Senin, 30 November 2020

Unsur Pimpinan DPRD Minta Fee Proyek Dua Persen, Erwan: Anggota Tidak Boleh Tahu


Kamis, 23 Januari 2020 | 13:41:21 WIB


Zumi Zola, Erwan Malik, Supriyono, dan Joe Fandy Yoesman alias Asiang saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, Kamis (23/1/2020)
Zumi Zola, Erwan Malik, Supriyono, dan Joe Fandy Yoesman alias Asiang saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, Kamis (23/1/2020) / metrojambi.com

JAMBI – Mantan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Erwan Malik mengungkapkan, ada permintaan ‘uang ketok palu’ dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi untuk pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018.

Erwan menyebutkan, jumlah uang yang diminta sama dengan tahun sebelumnya, yakni Rp 200 juta per anggota. Sementara itu untuk pimpinan DPRD Provinsi Jambi, meminta fee proyek.

"Untuk unsur pimpinan minta fee proyek, tapi jangan sampai tahu anggota. Jadi mintanya dua persen," ungkap Erwan saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap ‘uang ketok palu’ pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (23/1/2020).


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments