Kamis, 9 April 2020

Slogan Baru, Sinyal Berakhirnya Era Jambi Emas dan Jambi Tuntas


Kamis, 06 Februari 2020 | 21:48:50 WIB


/

Oleh: Kaspul Anwar *)

JAMBI - Lebih kurang tinggal 4 bulan lagi, tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi akan dimulai. Hampir sepanjang jalan di Kota Jambi, terpampang baliho para bakal calon kandidat Gubernur Jambi dengan slogan dan janjinya kepada masyarakat.
Meski belum ada yang mendeklarasikan secara resmi formasi gubernur dan wakil gubernur, perang opini tampaknya sudah mulai ditabuh lewat baliho dan spanduk.

Bukan hanya sekedar kata-kata biasa, lazimnya, slogan para kandidat calon gubernur ini nanti, akan bertransformasi menjadi visi dan misi para kandidat ini untuk 5 tahun ke depan.

Robert E. Denton Jr (1980) dalam tulisannya The rhetorical functions of slogans: Classifications and characteristics menyebutkan bahwa sejatinya slogan itu terbentuk dan lahir dari sejarah, serta membawa harapan dan semangat masyarakat banyak.

Oleh karena itu, slogan sejatinya harus menjadi alat penghubung langsung orang-orang yang memiliki kesamaan nasib dan tujuan untuk melakukan pergerakan.

Terlepas dari makna yang dikemukakan itu, menurut Papulova (2014), slogan sebagai miniatur dari suatu visi dan misi kandidat, idealnya harus mencerminkan ekspektasi yang terukur tentang situasi masa depan yang lebih baik dari kondisi hari ini.

Slogan juga harus menjadi medan magnet yang menarik orang-orang untuk menentukan sikap, termasuk untuk menjatuhkan sikap terhadap pilihan politiknya.

Seperti dijelaskan sebelumnya, sebagai pemersatu orang-orang yang memiliki kesamaan nasib dan cita-cita, slogan yang membawa semangat dan harapan masyarakat banyak, menurut Reece (1994), haruslah mudah diingat dan diucapkan. Slogan harus menjadi doping dan sandi bagi pendukung untuk secara sukarela mewujudkan mimpi dan harapan-harapan terhadap masa depan.

Dalam sepuluh tahun terakhir ini, Provinsi Jambi setidaknya sukses melahirkan dua slogan yang sangat populer di mata rakyatnya, yakni Jambi Emas dan Jambi Tuntas. Dalam perjalanannya, dua slogan ini berhasil membentuk poros tersendiri. Jambi Emas identik dengan wilayah barat, sementara Jambi Tuntas identik dengan wilayah timur. Selain sukses memenangkan pemilihan gubernur, dua slogan ini juga berhasil mengantarkan sejumlah bupati untuk duduk di daerah/kabupaten.

Jambi Emas misalnya, berhasil mengantarkan dua bupati untuk duduk di Sarolangun dan Merangin. Sedangkan Jambi Tuntas, berhasil mengantarkan dua bupati untuk duduk di Tanjabtim dan Muaro Jambi.

Kembali ke slogan bakal calon kandidat Gubernur Jambi tahun 2020, hingga saat ini, tidak ada satupun kandidat yang percaya diri membawa dua slogan ini ke kembali level provinsi. Sebut saja, pengusung utama Jambi Tuntas Fachrori Umar, Ia lebih PD mengusung slogan baru Jambi Berkah, ketimbang kembali menyuarahakan slogan yang mengantarkannya untuk duduk di kursi BH 1 itu. Begitu pula halnya H. Bakri, yang secara emosional dekat dengan trah Jambi Tuntas dan juga mewakili suara Jambi wilayah timur, lebih PD dengan slogan baru Jambi Lebih Baik.

Selain dua tokoh itu, Al Haris dan Cek Endra yang notabenenya mewakili Jambi wilayah barat dan secara statistik sudah berhasil dengan Sarolangun Emas dan Merangin Emas, juga tidak PD mengusung slogan Jambi Emas. Keduanya lebih milih slogan baru yakni Jambi Maju dan Jambi Mantap.

Sebagai penutup, dua slogan yang sudah memiliki gerbong dengan penumpang yang setia ini, seperti kereta api kehilangan masinis. Tidak menutup kemungkinan, orang-orang yang sudah terlanjur mengantungkan harapan dan cita-cita di gerbong Jambi Emas dan Jambi Tuntas ini, kehilangan kepercayaan terhadap slogan-slogan yang baru bermunculan saat ini. Atau bahkan berupaya menemukan gerbong harapan baru.

*) Penulis adalah mantan wartawan liputan Pemprov Jambi era Jambi Emas dan Jambi Tuntas


Penulis: Kaspul Anwar
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments