Jumat, 5 Juni 2020

Tak Penuhi Pangilan Jaksa dan Menghilang, Mantan Kades Tanjung Pauh akan Ditetapkan DPO


Kamis, 06 Februari 2020 | 20:15:08 WIB


/ istimewa

 SENGETI - Mantan Kepala Desa (Kades) Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi berinisial ST akan ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaro Jambi.

ST tidak kunjung datang memenuhi panggilan dari pihak Kejari Muaro Jambi terkait kasus yang menjerat dirinya. Saat ini, ST menghilang dan keberadaannya tidak diketahui.

Seyogyanya, ST yang berstatus sebagai tersangka akan dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU) setelah berkas pemeriksaannya dinyatakan lengkap. Namun setelah tiga kali pemanggilan, ST tidak kungjung datang.

"Kasus mantan Kades Tanjung Pauh ini sudah mau pelimpahan tahap dua. Tapi tiga kali kami panggil yang bersangkutan selalu mangkir," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Muaro Jambi Rudi Firmansyah, Kamis (6/2/2020).

Rudi menyebutkan, pihaknya sudah mendatangi kediaman ST di Desa Tanjung Pauh, namun yang bersangkutan tidak ada. Dikatakan Rudi, pihaknya hanya bertemu dengan ibu tersangka ST.

"Keterangan dari ibunya, tersangka (ST, red) ini tidak lagi berdomisilu di alamat yang pertama. Sekarang ibu kandungnya juga tidak mengetahui keberadaannya. Ini juga diperkuat dengan keterangan dari Kepala Desa, bahwa posisinya memang tidak diketahui," beber Rudi.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, ST tersangkut kasus dugaan pungutan liar (pungli) terkait jual beli tanah pada tahun 2018 lalu.

Rudi menegaskan, pihaknya memberikan batas waktu tiga hari kepada ST untuk menyerahkan diri. Jika tidak, Rudi mengatakan pihaknya akan menetapkan ST sebagai DPO.

"Kita beri waktu tiga hari, kalau masih tidak datang ke Kejari Muaro Jambi, akan kita tetapkan DPO," pungkasnya.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments