Sabtu, 6 Juni 2020

Nasri Umar Ngaku Sudah Peringatkan Soal Keberadaan KPK di Jambi


Kamis, 06 Februari 2020 | 21:33:33 WIB


Empat orang saksi kembali dihadirkan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (6/2/2020)
Empat orang saksi kembali dihadirkan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (6/2/2020) / metrojambi.com

JAMBI – Mantan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi periode 2014-2019 Nasri Umar, Kamis (6/2/2020), turut dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal.

Dalam persidangan, Nasri mengaku pada saat itu memang ada anggota fraksinya yang menyinggung soal uang ketok palu untuk pengesahan RAPBD. Namun Nasri mengatakan saat itu ia sudah memperingatkan soal adanya KPK di Jambi.

“Saya sudah sampaikan, KPK di Jambi baru sebulan. Tapi mereka bilang aman, karena KPK hanya mantau gubernur,” ujar Nasri.

Ditambahkan Nasri, ia juga pernah meminta kepada Supriyono, Ketua Frkasi PAN DPRD Provinsi Jambi saat itu, untuk berbicara dengan pemerintah agar sidang pengesahan ditunda.

"Waktu itu saya bahkan menemui Supriono, karena dia dari partai pemerintah. Jadi saya lihat kondisi tidak bagus, saya minta dia untuk bicara dengan pimpinan agar ditunda dua hari," pungkasnya.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments