Sabtu, 6 Juni 2020

Polres Kerinci Tangkap Seorang Kakek Pelaku Pembacokan


Jumat, 07 Februari 2020 | 14:59:28 WIB


Korban yang mengalami luka bacok
Korban yang mengalami luka bacok / Dedi/metrojambi.com

KERINCI - Seorang kakek bernama Mawardi (62), warga Desa Baru Lempur, Kecamayan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah membacok Rio (26), warga Dusun Sungai Muara Tebing, Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya.

Kapolres Kerinci AKBP Heru Ekwanto melalui Kasat Reskrim Iptu Edi Mardi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Dikatakan Edi, pelaku dan korban sama-sama sebagai buruh tani di perladangan Muara Labing, Desa Lempur.

“Pelaku kita tangkap dini hari tadi sekira pukul 02.00 WIB,” ujar Edi, Jumat (7/2/2020).

Edi menjelaskan, kejadian berawal pada hari Kamis (6/2/2020) sekira pukul 15.00 WIB. Saksi pelapor atas nama Dian Bastian diberitahu oleh saksi atas nama Asir, bahwa ada orang terluka di kawasan perladangan Muara Labing, Desa lempur.

Selanjutnya pelapor langsung menuju ke lokasi perladangan tersebut. Saat tiba di lokasi korban atas nama Rio sudah berada di area perladangan Danau Duo, Desa Lempur dengan keadaan terluka bekas bacokan di bagian leher sebelah kiri dan banyak mengeluarkan darah.

Melihat hal itu, pelapor langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M.H.A Thalib Kerinci.

“Korban Rio mengalami luka bacok di bagian leher dan tangan sebelah kiri. Saat ini korban dirawat di rumah sakit,” kata Edi.

Dugaan sementara, lanjut Edi, pelaku membacok korban karena sakit hati. "Untuk motif, pelaku diduga sakit hati dengan perkataan korban," pungkasnya.

Pantauan di RSUD M.H.A Thalib Kerinci, korban bernama Rio hingga kini kritis, karena luka serius di bagian leher sekita 6 cm sobekan parang l, dan luka dibagian tangan kanan. Korban juga tak sadarkan diri saat berada di ruang UGD.

Diketahui pelaku Mawardi ditahan di sel tahanan Polres Kerinci. Ia dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP, yaitu melakukan tindak penganiayaan sehingga mengakibatkan korban menderita luka berat, dengan ancaman hukum maksimal 5 tahun penjara.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments