Minggu, 23 Februari 2020

Rencana Eksekusi Tanah Samping RS Siloam Jambi Mendapat Perlawanan, Hakim Dilaporkan ke KY


Rabu, 12 Februari 2020 | 19:13:09 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

 JAMBI - Pengadilan Negeri (PN) Jambi akan melakukan eksekusi tanah yang terletak di RT 02 Kelurahan Paalmerah, Kota Jambi. Rencananya, eksekusi akan dilaksanakan Kamis (13/2/2020) besok.

Namun rencana eksekusi tanah sesuai dengan nomor 14/Pen.Pdt/Eks/2019/PN.Jmb, jo nomor 07/Pdt.G/2014/PN.Jbi. jo nomor 13/PDT/2015/PT.JMB. jo nomor 2989 k/pdt/2015, jo nomor 204 PK/PDT/2018 ditanggapi oleh kuasa hukum penggugat Usman, yakni Frandyy Septior Nababan, SH.

Menurutnya, rencana eksekusi tersebut lari dari Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dimana kata dia, menyatakan penggugat adalah pemilik yang sah dan berhak atas tanah seluas 3.740 m2 yang terletak di Jalan Soekarno Hatta (dahulu dikenal dengan Jalan Halim Perdana Kusuma) berdasarkan sertifikat Hak Milik Nomor 557 / Desa Thehok tanggal 1 maret 1976 atas nama Penggugat.

"Jika dilihat maka SHM 557 tersebut jelas terletak pada tahun 1976 berada di Kota Jambi, Kelurahan Thehok, maka jika dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah nomor 06 Tahun 1986 tentang tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah tingkat II Jambi dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batanghari, maka jelas bahwa Tanah Klien Kami Usman yang terletak di Paalmerah disamping Rumah Sakit Siloam, dahulu Rumah Sakit Asia Medica. Pada tahun 1976 belum menjadi Kota dan itupun Kelurahan Paalmerah tidak pernah menjadi Thehok," ungkapnya.

Lalu lanjutnya, apa yang mendasari secara Hukum bahwa SHM/557 yang berada di The Hokmota Jambi menunjuk tanah Klien kami yang berada di Paalmerah? Ditegaskan Frandyy bahwa Paalmerah dan Thehok adalah lokasi yang berbeda tidak pernah sama dari Paal Merah berada di wilayah Batanghari hingga menjadi Kota Jambi pada tahun 1986.

"Pengadilan berpendapat bahwa SHM 557/Thehok adalah menunjuk tanah klien kami Usman yang berada di Paal Merah berdasarkan surat Ketua Pengadilan Negeri Jambi Bapak Edy Pramono, S.H, M.H., maka jika diuraikan secara legal formil, Pengadilan dalam hal ini telah melakukan penyelewengan hukum karena telah Amar Putusan tidak pernah menyebut bahwa SHM/557 adalah Paal merah malah Amar Putusan jelas menuliskan SHM 557 berada di Thehok," tegasnya lagi.

Franddy kemudian menanyakan apa dasar hukum Pengadilan mengeksekusi tanah Usman yang berlokasi di Paal Merah sedangkan TanahTanoto Unang berdasarkan SHM 557 berada di Thehok.

"Seharusnya pengadilan melakukan eksekusi harus sesuai dengan Amar Putusan. Karena amar pengertiannya adalah Pertintah. "Mengapa Ketua Pengadilan Negeri berani melawan perintah putusan yang telah berkekuatan hukum tetap," tanya Frandyy.

Oleh karena itu, Frandyy mengatakan pihaknya telah melaporkan para hakim yang terkait ke Komisi Yudisial dan Ke Badan Pengawas Mahkamah Agung terkait hal ini dan dimungkinkan juga terkait proses yang berjalan pihak yang dilaporkan akan bertambah.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sedang  mengupayakan perlawanan dalam bentuk gugatan perlawanan untuk menyatakan Eksekusi nomor 14/Pen.Pdt/Eks/2019/PN.Jmb, terhadap Putusan nomor 07/Pdt.G/2014/PN.Jbi. jo nomor 13/PDT/2015/PT.JMB. jo nomor 2989 k/pdt/2015, jo nomor 204 PK/PDT/2018  tidak dapat dilaksanakan karena barang/objek yang akan di eksekusi tidak sesuai dengan barang yang disebutkan di dalam amar putusan (Non Executable).

Sementara itu, Humas PN Jambi Yandri Roni menyatakan, eksekusi tanah yang terletak di RT 02 Kelurahan Paalmerah Kota Jambi, telah sesuai dengan amar putusan yang inkracht.

"Berdasarkan hal tersebut, ketua pengadilan negeri jambi menyimpulkan bahwa masalah thehok dan paalmerah, didalam sertifikat hak milik, adalah masalah hak administrasi penggantian blangko sertifikat semata," kata Yandri Roni, membacakan surat klarifikasi Ketua PN belum lama ini.

"Tidak ada hubungannya dengan putusan perkara Aquo, yang telah inkracht yang telah menetapkan kepemilikan atas objek sengketa," ujarnya menambahkan.

Jadi intinya semua sudah sesuai putusan. Kalau dalam perkara perdata itu sudah biasa. Ada yang kalah ada yang menang. Jadi kalau ada yang tidak terima kalah, ya mungkin tidak terima," pungkasnya.

Sebelumnya, Frandy Septior selaku kuasa hukum Usman tergugat menilai, berdasarkan administrasi wilayah SHM 557/Thehok atas nama Tanoto Unang dan SHM 559/Thehok atas nama Maryati (Ngui Sie Lang) berada di lokasi Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan.

Sedangkan, objek sengketa saat ini dikuasi dan diduduki oleh kliennya Usman bin Muhammad yang merupakan ahli waris Nurbaya terletak di RT 02 Kelurahan Paalmerah.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments