Kamis, 4 Juni 2020

Pembayaran Insentif Perawat RSUD Raden Mattaher Dikabarkan Tertunda, Sejumlah Obat-obatan Juga Habis


Kamis, 13 Februari 2020 | 10:49:12 WIB


RSUD Raden Mattaher
RSUD Raden Mattaher / dok/metrojambi.com


"Plt tidak berani, bahkan serba hati-hati dikarenakan tidak adanya SK. Tidak bisa sembarangan mencairkan bermiliar-miliar anggaran," imbuhnya.

Dewi berharap, pelayanan RSUD yang berjalan selama 24 jam itu perlu diperlakukan secara khusus. "Harusnya perlakuan khusus, beda dengan OPD-OPD lain. Semoga kondisi itu di mengerti oleh pembuat keputusan keuangan Pemprov. Harusnya SK untuk rumah sakit didahulukan," katanya.

Menanggapi kabar kehabisan obat, Dewi juga mengakuinya. Untuk masalah ini, kata dia, Plt Direktur sudah bersurat ke Pedagang Besar Farmasi (PBF). Namun kendalanya, PBF sendiri memiliki kantor pusat, sehingga pihak mereka pun menunggu konfirmasi dari kantor pusat untuk membuka blok.

"Sekarang ini kondisinya kami menunggu konfirmasi dari PBF," ungkapnya.

Tapi menurut Dewi, RSUD saat ini hanya kekurangan beberapa item obat-obatan saja. "Pasien umum pakai resep, obat kita lainnya ada," katanya tanpa menyebut detail kekurangan obat yang dimaksud.

Dalam kesempatan ini, Dewi juga menyampaikan jumlah seluruh tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan RSUD Raden Mattaher sekitar 1.600 orang.

"Perawat 600-an orang, dokter spesialis dan dokter umum sebanyak 160 orang. Belum lagi SDM di bidang lainnya, ada ribuanlah," tandasnya.


Penulis: tim
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments