Minggu, 23 Februari 2020

Terima Uang Ketok Palu 2017, Sofyan Ali: Uangnya Sudah Saya Kembalikan


Kamis, 13 Februari 2020 | 11:36:13 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal hari ini, Kamis (13/2/2020), kembali digelari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Sidang kali ini masih mengagendakan pemeriksaan saksi yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ada lima orang saksi yang dihadirkan, semuanya merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Mereka adalah Tadjuddin Hasan (PKB), Rudi Wijaya (PKS), Arrahmat Eka Putra (PKS) Luhut Silaban (PDIP), serta Sofyan Ali (PKB) yang saat ini merupakan anggota DPR RI.

Kepada majelis hakim yang diketuai Morailam Purba, Sofyan Ali mengaku jika dirinya menerima uang ketok palu untuk pengesahan RAPBD tahun 2017 sebesar 200 juta. Uang itu ia terima dari Kusnindar, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

"2018 saya tidak terima, saya terima 2017 sebanyak dua kali dari Kusnindar," ujar Sofyan Ali dalam persidangan.

Dikatakannya lagi, uang tersebut sempat ia simpan di lemari, sebelum akhirnya dikembalikan lewat transfer ke rekening KPK. "Uangnya sudah saya kembalikan 2018 akhir. Saya setor ke rekening KPK," katanya.

Untuk 2018, Sofyan Ali mengatakan jika dirinya pernah ditelepon oleh Saipudin, Asisten III Setda Provinsi Jambi saat itu. Namun Sofyan Ali mengatakan saat itu ia menolak untuk bertemu.

"Saya menolak ketemu, dan saya juga menolak hadir paripurna karena menurut saya RAPBD itu catat hukum. Ada proses yang tidak dilalui, tapi mau disahkan di paripurna," katanya.

Belakangan diketahui, jatah ketok palu tahun 2018 untuk Fraksi PKB diterima oleh Tadjuddin Hasan. Namun Sopyan mengaku sudah melarangnya.

"Saya sudah bilang jangan," ujarnya.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments