Kamis, 2 April 2020

Kesaksian Blak-blakan Tadjuddin Hasan Membuat Pengunjung Sidang Tertawa


Kamis, 13 Februari 2020 | 12:34:54 WIB


Sejumlah saksi kembali dihadirkan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (13/2/2020)
Sejumlah saksi kembali dihadirkan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (13/2/2020) / metrojambi.com

JAMBI - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tadjuddin Hasan kembali dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sidang kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018.

Kali ini, anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 itu dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

Dalam persidangan kali ini, Tadjuddin Hasan yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini tampak blak-blakan menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Morailam Purba. Bahkan tidak jarang keterangan Tadjuddin membuat pengunjung sidang tertawa.

Dalam kesaksiannya, Tadjuddin mengaku menerima uang ketok palu untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018. Tadjuddin menyebutkan, ia menerima Rp 200 juta dari Kusnindar, yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

"Kusnindar datang ke rumah, dio bilang 'Muk ini ado rezeki'. Alhamdulillah kato sayo," ujar Tadjuddin.

Kemudian, lanjutan Tadjuddin, pada bulan Februari 2018, Kusnindar datang lagi. "Dio bilang 'Muk ini ado tambah rezeki yang kemarin'. Alhamdulilah kato sayo," cerita Tadjudin yang disambut tawa pengunjung sidang.

Tadjuddin kembali membuat pengunjung sidang tertawa saat menjawab pertanyaan ia ke manakan uang ketok palu tersebut. Pengakuan Tadjuddin, uang itu ia gunakan untuk investasi.

"Saya gunakan investasi. Ado orang minta THR (Tunjangan Hari Raya) sayo bagi, ado yang minta sumbangan untuk bangun masjid saya bagi. Ini untuk investasi masa depan, mana tau 2019 terpilih lagi," ungkapnya.

"Apakah uang itu sudah dikembalikan," tanya hakim. Tadjudin membenarkan jika uang itu sudah ia kembalikan. "Soal dari mano uang yang sayo kembalikan, itu urusan sayo lah," jawab Tadjudin yang disambut tawa pengunjung sidang. 


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments