Jumat, 3 April 2020

Tidak Bisa Dimanfaatkan, Lahan Persawahan di Sekitar Jembatan Layang akan Dibangun Wisata Air


Minggu, 16 Februari 2020 | 19:20:54 WIB


Warga mengusulkan agar lahan persawahan di sekitar jembatan layang Kota Sungai Penuh dibangun wisata air karena tidak bisa digarap secara maksimal akibat selalu terendam air
Warga mengusulkan agar lahan persawahan di sekitar jembatan layang Kota Sungai Penuh dibangun wisata air karena tidak bisa digarap secara maksimal akibat selalu terendam air / metrojambi.com

 SUNGAIPENUH - Lahan persawahan masyarakat Pondok Tinggi, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh yang berlokasi di sekitar jembatan layang tidak bisa digarap secara maksimal.

Lahan persawahan seluas lebih kurang 20 hektare itu selalu terendam air. Kondisi ini membuat pemandangan di sekitar jembatan layang yang merupakan icon Kota Sungai Penuh tidak elok dipandang mata.

Pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Pondok Tinggi belum lama ini, masyarakat mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh Dapil Pondok Tinggi agar di kawasan tersebut dibangun wisata air.

Atma Bahri, salah seorang tokoh masyarakat Pondok Tinggi mengatakan, dirinya sangat setuju dengan usulan masyarakat untuk membuat wahana air di kiri-kanan jembatan layang.

"Jika Pemkot Sungai Penuh tidak mempunyai anggaran untuk membuat wisata air disana, silakan bekerja sama dengan pihak ketiga," ujarnya, Minggu (16/2/2020).

Menurut Atma, apabila wisata air dibangun di sekitar jembatan layang teraebut, bisa menambah pendapatan atau penghasilan masyarakat yang mempunyai sawah di sana.

"Nanti bisa bagi hasil antara pihak ketiga dan masyarakat yang mempunyai sawah di sana," kata Ayma.

Sementara itu, Efendi Yatim, anggota DPRD Kota Sungai Penuh Dapil Pondok Tinggi mengatakan, rencana itu merupakan pemikiran dari anggota dewan, apakah sawah tersebut masih bisa digarap atau tidak oleh masyarakat.

"Kita minta Pemkot Sungai Penuh kerja sama dengan ahli untuk melakukan penelitian ini, apakah sawah disana masih bisa digarap apa tidak, kalau menurut pandangan kita orang awam yang tidak bisa lagi dimanfaatkan, karena selalu tergenang air," ujarnya.

Dikatakannya lagi, jika memang sawah tersebut tidak bisa lagi dimanfaatkan, lebih baik dijadikan wisata air, karena kondisi saat ini sangat tidak enak dipandang.

"Silakan kaji terlebih dahulu, jika memang tidak bisa dimanfaatkan lagi, mau dijadikan apa disana," ungkapnya.

Sementara itu, Mulyadi Yakub, anggota DPRD Kota Sungai Penuh lainya mengatakan bahwa pihaknya telah pernah menyampaikan kepada Pemkot Sungai Penuh terkait hal tersebut.

"Jika memang tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pertanian, apa salahnya kita jadikan objek wisata kota Sungai Penuh," kata Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, objek wisata air ini nanti bisa menjadi icon masyarakat Pondok Tinggi dan Kota Sungai Penuh serta bisa menambah perekonomian masyarakat.

"Tapi tidak bisa langsung dibangun, karena masih ada kajian yang perlu dilakukan oleh Pemkot, Dinas Pariwisata dan Pemprov Jambi," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments