Rabu, 8 April 2020

22 Ribu Masyarakat Tebo Masih Miskin


Senin, 17 Februari 2020 | 11:05:25 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok/metrojambi.com

MUARATEBO - Pemerintah Kabupaten Tebo mengklaim angka kemiskinan di Kabupaten Tebo masih berada di bawah Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah pusat.

Saat ini, kemiskinan di Kabupaten Tebo berada pada angka 6,58 persen, sedangkan pemerintah Provinsi Jambi 7,92 persen dan pemerintah pusat 9,66 persen.

Kepala Bappeda Tebo Hendy Nora mengatakan, jika dilihat dari jumlah warga, angka kemiskinan di Tebo pada 2018 meningkat dibandingkan 2014 lalu. Namun, secara persentase turun.

"Masyarakat miskin di Tebo berjumlah 22,856 di 2018 sedangkan tahun 2014 lalu 22,480. Namun persentasenya malah turun, 6,58 persen sedangkan 2014 lalu 6,89 persen," katanya. Minggu (16/2/2020)

Meski demikian, ia menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Tebo masih dibawah pemerintah provinsi jambi dan pemerintah pusat. "Angka Kemiskinan di Tebo berada di urutan ke empat dalam persentase kemiskinan di Provinsi Jambi," sebutnya.

Hendry juga menyebutkan, pertumbuhan penduduk Kabupaten Tebo dalam 5 tahun terakhir ini meningkat.

"Angka Kemiskinan dibawah sedangkan pertumbuhan penduduk kita 5 tahun terakhir ini meningkat, mencapai 23.841 jiwa," pungkasnya.

Meski demikian, pemerintah Kabupaten Tebo berkomitmen akan menekankan angka kemiskinan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo, Teguh Arhadi mengatakan, bahwa kemiskinan masih merupakan permasalahan yang harus ditanggulangi, terutama di negara-negara berkembang. Karena pemerintah telah menggulirkan program penanggulangan kemiskinan.

"Kemiskinan itu permasalahan pelik, imbasnya akan kemana-mana, seperti naiknya tingkat kriminalitas, turunnya kualitas SDM. Untuk itu sesuai amanat Perpres Nomor 15 Tahun 2010 pemerintah menggalakan program penanggulangan yang arah kebijakannya tetap berpedoman pada program pembangunan jangka panjang daerah," bebernya.

Ia menyebut, Kabupaten Tebo sendiri berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk 2018 menduduki peringkat empat terendah angka kemiskinan di provinsi Jambi dan pada tahun 2019 berada lebih rendah angka kemiskinannya dari Provinsi Jambi dan Nasional.

Teguh berharap, angka tersebut tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tebo.

"Adanya kegiatan Rakor ini bisa melahirkan kesepakatan dan langkah konkret dalam upaya penanggulangan kemiskinan serta mengevaluasi kekurangan yang ada dalam pelaksanaan program yang sudah dijalankan," terangnya.


Penulis: cr3
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments