Jumat, 3 April 2020

Penampung Udang Ketak dan Walet Merugi


Rabu, 19 Februari 2020 | 15:33:15 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok/metrojambi.com

MUARASABAK – Mewabahnya virus Corona ternyata cukup berdampak terhadap sejumlah pengusaha di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Salah satunya pengusaha penampungan udang nenek (udang ketak) di Kecamatan Nipah Panjang.

Saat ini, sejumlah penampung udang ketak terpaksa menutup usahanya karena merugi. Tidak hanya penampung, nelayan yang biasa mencari udang ketak juga ikut merugi.

Camat Nipah Panjang Helmi Agustinus mengatakan, saat ini sejumlah pengusaha penampungan udang nenek di kecamatan nipah panjang tutup dan merugi. Tutupnya para pengusaha penampungan udang ketak ini dikarenakan penyebaran virus Corona.

“mereka tidak bisa mengekspor karena penampung yang di Jakarta juga tutup,” kata Helmi.

Akibatnya pengusaha penampungan udang nenek dalam beberap minggu ini sudah cukup merugi. Selain itu juga dampak terhadap nelayan udang nenek juga terpaksa gantung jaring dan aloh profesi.

“Memang ada nelayan khususnya. Jadi aktivitas di penampungan tutup total,” ujarnya.

Akibat virus corona juga berdampak pada pengusaha burung walet. Pasalnya sejak adanya penyebaran virus corona harga jual burung walet juga mengalami penurunan cukup drastis. Dari harga jual 14 juta perkilo nya kini hanya berkisaran 7 juta perkilo nya.

“banyak yang mengeluh. Mudah-mudahan kondisi ini cepat teratasi,” harapnya.

Kondisi seperti ini, lanjut Helmi, tidak hanya terjadi saat ini juga, beberapa tahun lalu, para pengusaha walet dan udang nenek juga pernah mengalami kerugian. Akibat penyebaran virus flu burung. Dimana harga jual para pengusaha turun drastis.

“Dulu pernah terjadi saat virus flu burung para pengusaha juga merugi. Tetapi beberapa bulan kemudian kembali normal. Mudah-mudahan kali ini juga tidak terlalu lama,” pungkasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments