Kamis, 9 April 2020

Elhelwi Akui Fraksi PDIP Terima Uang Ketok Palu Rp 600 Juta


Kamis, 20 Februari 2020 | 12:47:17 WIB


Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal saat diperiksa sebagai terdakwa kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (20/2/2020)
Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal saat diperiksa sebagai terdakwa kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (20/2/2020) / metrojambi.com

JAMBI - Kasus suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Supardi Nurzain, Elhelwi, dan Gusrizal, Kamis (20/2/2020), kembali di sidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan terhadap ketiga terdakwa yang diperiksa secara bergantian.

Dalam persidangan, Elhelwi mengaku secara  menerima uang Rp 925 juta untuk pengesahan RAPBD 2017-2018. Uang tersebut, ia terima secara bertahap.

Untuk pengesahan RAPBD 2017, anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 itu menerima uang Rp 325 juta. Rinciannya, Rp 200 juta untuk pengesahan RAPBD, dan Rp 125 juta khusus jatah anggota Komisi III saat itu.

Politisi PDIP itu mengatakan, uang Rp 200 juta tahun 2017 ia terima dari Kusnindar, yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2018.

"Saya terima dua tahap. Bulan Januari Kusnindar ke rumah bawa kantong kresek (berisi uang, red). Setelah dia pulang, uangnya saya hitung di kamar, jumlahnya 100 juta," ungkap Elhelwi.

"Februari dia (Kusnindar, red) datang lagi (bawa uang, red). Katanya 'ini kekurangan untuk abang'. Jumlahnya 100  juta," tambahnya.

Masih di tahun 2017, Elhelwi mengatakan  juga menerima uang Rp 125 juta dari Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Zainal Abidin. Uang Rp 125 juta itu, kata Elhelwi, ia terima secara bertahap.

"25 juta saya terima saat bimbingan teknis di Bogor. Sisanya 100 juta saya jemput ke rumah Pak Zainal," kata Elhelwi.

Sementara itu, untuk pengesahan RAPBD 2018, Elhelwi menerima uang Rp 600 juta untuk dibagikan kepada enam orang anggota Fraksi DPRD Provinsi Jambi. Uang itu, kata Elhelwi, ia terima dari Wahyudi, staf Dinas PUPR Provinsi Jambi.

"Uang (600 juta, red) itu belum sempat dibagikan karena ada OTT KPK," ujarnya.

Elhelwi mengatakan, uang Rp 925 juta yang ia terima sudah dikembalikan. "Sudah dikembalikan kepada penyidik KPK. Ditransfer oleh penasehat hukum saya," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments