Sabtu, 4 Juli 2020

Bambang: Pembinaan Bersifat Diskusi yang Lebih Cocok


Senin, 24 Februari 2020 | 10:24:51 WIB


Aktivitas pelajar SMPN 17 Kota Jambi saat berada di sekolah
Aktivitas pelajar SMPN 17 Kota Jambi saat berada di sekolah / Nita / Metrojambi.com

JAMBI - Pendidikan pada dasarnya adalah untuk mendidik para siswa di sekolah, agar anak-anak ini tumbuh menjadi seorang yang berakhlak tinggi dan mulia.

Pendidikan yang diajarkan oleh lembaga pendidikan selain mengajarkan tentang mata pelajaran yang ada di sekolah, juga mengajarkan berupa budi pekerti, etika, dan hal penting di kehidupan bermasyarakat.

Kepala SMPN 17 Kota Jambi, Bambang Hermanto mengatakan, siswa dahulu dan siswa sekarang sangat jauh berbeda dalam kesantunannya.

"Perlakuan siswa terhadap guru sudah tidak sama seperti dulu lagi, sopan santun pelajar kepada guru-guru mulai semakin tenggelam dari keseharian pelajar," ujarnya.

Menurutnya, pelajar dulu berbeda dengan yang sekarang, karena pelajar dulu terbiasa saat menerima pola pendidikan yang besifat tegas dan keras.

Tetapi, pelajar sekarang cenderung menolak jika diberikan pola pendidikan yang tegas dan keras tersebut.

"Kalau zaman dulu, jika kita salah, ya harus rela dihukum guru, kalau mengadu ke orang tua semakin marah orang tua ke kita dan beranggapan kita tidak patuh kepada guru," ungkapnya.

"Tetapi sekarang, jangan coba-coba untuk menghukum siswa secara berlebihan. Pasti para orang tua tak terima," tambah Bambang.

Dikatakannya, pelajar sekarang tidak bisa diberikan pola pembinaan fisik, jika melakukan kesalahan. Untuk pelajar sekarang pembinaan yang bersifat diskusi akan lebih cocok dijalankan.

Bambang berharap, para orang tua siswa juga harus membimbing penuh jika anak-anak berada di rumah. Karena pembelajaran tidak hanya berlaku di sekolah.

"Sekolah juga tidak bisa sepenuhnya mengawasi siswa. Makanya, diharap para orang tua juga mengajarkan anak dan mengawasinya agar bisa terlahir menjadi anak yang unggul dalam prestasi dan baik dalam tingkah laku maupun kesopanan," katanya.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments