Senin, 30 Maret 2020

Bupati Masnah Hadiri Rakornas Bersama Mendagri


Selasa, 25 Februari 2020 | 16:49:32 WIB


Bupati Muaro Jambi Masnah Busro didampingi Seketaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupayen Muaro Jambi, Medison, Selasa (25/2/2020), menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, di Gedung Bidakara Grand Pancoran, Jakarta.
Bupati Muaro Jambi Masnah Busro didampingi Seketaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupayen Muaro Jambi, Medison, Selasa (25/2/2020), menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, di Gedung Bidakara Grand Pancoran, Jakarta. / istimewa

SENGETI - Bupati Muaro Jambi Masnah Busro didampingi Seketaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupayen Muaro Jambi, Medison, Selasa (25/2/2020), menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, di Gedung Bidakara Grand Pancoran, Jakarta.

Rakornas yang digelar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia itu mengangkat tema “Inovasi dan kreativitas pustakawan dalam penguatan budaya literasi untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia maju”. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum dalam mendukung gerakan literasi di berbagai sektor.

Sejalan dengan hal itu, Kemendagri menyatakan dukungannya untuk menggerakan literasi, utamanya dalam kaitannya dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, inovatif, dan memiliki kreativitas bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan dan berkarakter.

Bupati Muaro Jambi Masnah Busro juga menyatakan dukungan terhadap rencana baik dan program yang dilaksanakan Perpusnas. "Rakornas Perpustakaan ini merupakan acara besar, salah satunya untuk mengupayakan gerakan literasi Nasional” kata Masnah.

Tidak hanya itu, Masnah menegaskan, Perpustakaan amat penting menentukan transfer pengetahuan untuk membentuk budaya literasi. Tanpa kemampuan literasi yang memadai, masyarakat mudah terjerumus pada informasi yang palsu dan menyesatkan.

Dikatakannya lagi, kemampuan literasi bukan lagi sebatas baca tulis tapi sudah dapat memaknai dan memahami segala informasi maupun ilmu pengetahuan yang diperoleh dan mengkreasi berbagai produk dan jasa.

“Mengupayakan gerakan literasi ini, dari Pemerintah saja gak cukup, tapi harus dan butuh dukungan semua pihak. Transformasi ilmu pengetahuan ini juga perlu didukung dengan gerakan literasi yang memadai,” ujarnya.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments