Rabu, 8 April 2020

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Tanjabtim Enggan Melaut


Rabu, 26 Februari 2020 | 14:44:49 WIB


Perahu nelayan
Perahu nelayan / Nanang/Metrojambi.com

MUARASABAK - Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang sering terjadi belakangan ini, membuat sejumlah nelayan di Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) enggan melaut.

Saat ini, ketinggian ombak bisa mencapai 2 - 2,5 meter. Kondisi ini membuat nelayan tak berani melakukan aktivitas di laut, bahkan memilih libur untuk sementara waktu.

Irpan, salah seorang nelayan di Kuala Jambi mengatakan, dengan cuaca ekstrem seperti saat ini, tidak banyak nelayan yang berani melaut. Sebab, gelombang di pesisir Sungai Batanghari cukup besar.

"Beberapa hari ini banyak nelayan yang bertolak balik karena gelombang mencapai 2,5 meter kalau dari luar pantai. Sedanglah besarnya pompong yang aku bawak ini, tetap juga aku bertolak balik," katanya.

"Kalau melaut malam tergantung cuaca lah lagi. Kalau cuaca tidak mendukung, terpaksa libur melaut, apalagi sekarang ini musim penghujan," ujarnya menambahkan.

Dikatakannya lagi, cuaca ekstrem membuat hasil tangkapan juga tidak maksimal. Bahkan tidak jarang nelayan merugi karena hasil tangkapan tidak maksimal.

"Kurang nian isi (ikan, red) di laut sekarang, kadang balik ongkos, terkadang juga tekor. Susah nianlah sekarang mata pencarian nelayan," tandasnya.

Sementara itu, Camat Kuala Jambi, Taufiq Kurniawan mengimbau kepada seluruh nelayan di Kuala Jambi agar senantiasa waspada dan berhati-hati jika pergi melaut. Mengingat cuaca sekarang yang ekstrim, angin kencang dan gelombang yang besar.

"Waspada itu perlu. Maka dari itu, saat melaut, nelayan harus dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai," ujarnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments