Rabu, 8 April 2020

Guru Wajib Pakai Baju Kebesaran

Setiap Tanggal 25, Sudah Kesepakatan Pengurus

Kamis, 27 Februari 2020 | 10:11:55 WIB


Ansori, Wakil Pengurus PGRI Kota Jambi sekaligus Kepala SDN 47 Kota Jambi.
Ansori, Wakil Pengurus PGRI Kota Jambi sekaligus Kepala SDN 47 Kota Jambi. / istimewa

JAMBI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Jambi melakukan kesepakatan untuk memakai baju kebesaran bagi seorang guru.

Kesepakatan memakai baju PGRI itu sesuai kesepakatan rapat pengurus bulan lalu. Untuk itu, setiap tanggal 25 harus menggunakan baju tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Pengurus PGRI Kota Jambi sekaligus Kepala SDN 47 Kota Jambi, Ansori. Ia mengatakan, kesepakatan itu menyebutkan untuk seluruh kepala sekolah, guru dan karyawan PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTS wajib menggunakan baju kebesaran PGRI.

"Iya itu sudah menjadi kesepakatan pengurus yang mengharuskan setiap tanggal 25 menggunakan baju kebesaran PGRI," ujarnya, Rabu (26/2/20).

Menurutnya, menjadi guru itu adalah profesi yang mulia. Karena, guru merupakan tenaga pendidik yang sangat berjasa dan melahirkan generasi cerdas.

"Guru kan kerjaannya mulia, mengajarkan anak dari tidak tahu menjadi tahu. Dan membuat anak dari yang bukan siapa-siapa menjadi orang hebat," ujarnya.

Dikatakannya, orang hebat terlahir dari guru serta dikatakannya orang hebat punya seragam, sedangkan guru tidak ada. "Dengan begitu, disepakati bahwa untuk guru dan tenaga pendidik lainnya harus punya seragam kebesaran dan harus dipakai serentak setiap bulannya," jelas Ansori.

Ditambahkannya, tenaga pengajar (guru, red) adalah orang yang memberi pengetahuan kepada anak didiknya. Semua profesi bahkan orangtua akan tetap membutuhkan guru untuk mendidik dan mengajar anak-anaknya.

"Sekarang sih ilmu ada dimana-mana, buka internet aja bisa dapat yang diinginkan. Tetapi, bagaimana guru bisa menjembatani siswa untuk mendapatkan ilmu itu tanpa ada penyimpangan," tandasnya. 


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments