Senin, 6 Juli 2020

Harga Masker di Tebo Meroket, Pedagang di Tebo Takut Ambil Risiko


Senin, 09 Maret 2020 | 11:46:12 WIB


/ cr3/metrojambi.com

MUARATEBO – Pasca beredarnya surat imbauan dari Pemerintah Kabupaten Tebo untuk mencegah wabah virus corona, harga masker di wilayah itu langsung meroket dalam seminggu belakangan ini.

Bahkan, masker juga menghilang dari pasaran. Firdaus, salah seorang pemilik apotek di Tebo mengaku, sudah hampir seminggu ini apotek miliknya tidak menjual masker.

“Sudah hampir seminggu ini kami dak jualan masker bang, dak berani kami beli harganya tidak masuk akal, nanti rusak nama baik apotek kami bang,” ungkapnya.

Firdaus juga menjelaskan, bahwa pihaknya tidak mau menjual masker dikarenakan takut dianggap mengambil keuntungan dari situasi dan kondisi yang ada sekarang ini.

“Kami tidak berani lagi menjual masker karena takut dianggap memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan banyak dari jualan masker, sedangkan kemarin stok terakhir, saya tetap jual dengan harga normal,” ujarnya.

“Kalau ngecer 3 biji saya jual 5 ribu dan per kotak tetap kisaran 20 sampai 30 ribu. Tapi sekarang stok habis, sementara agen saja menjual ke kami sudah di harga 150 ribu perkotak, mau jual berapa lagi kami nantinya. Saya memilih lebih baik tidak jualan masker dari pada rusak nama baik apotek kami bang,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan solusi terhadap meroketnya harga masker tersebut. Ia juga meminta, pemerintah menindak tegas oknum yang mencari keuntungan dengan situasi sekarang ini.

“Saya harap pemerintah menindak tegas oknum yang mencari keuntungan dengan situasi sekarang ini, kasihan masyarakat yang terbebani,” katanya beberapa hari lalu.

Terpisah, Khairul warga yang hendak membeli masker mengaku kebingungan karena sulitnya mencari masker di Pasar Tebo. "Saya sudah keliling mencari masker di toko yang ada di Kota Tebo, namun banyak yang habis," pungkasnya.


Penulis: cr3
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments