Kamis, 9 April 2020

Jumlah Kasus DBD di Jambi Meningkat, 7 Orang Meninggal Dunia


Kamis, 12 Maret 2020 | 10:26:56 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Bukan hanya virus corona yang kini mengancam, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jambi juga patut menjadi perhatian. Pasalnya, terhitung sejak Januari-Februari 2020 ini saja, peningkatan kasus DBD cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Eva Susanti mengatakan, jika awal Januari-Februari 2019 lalu kasus DBD hanya 655 kasus, tahun ini meningkat menjadi 703 kasus.

"Yang meningkat di 2020 terjadi di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Untuk Kota Jambi tahun ini justru menurun," ujarnya, Rabu (11/3/2020).

Dibandingkan dengan 2019, Eva mengatakan jumlah angka kematian dalam rentang waktu dua bulan itu terdapat 16 kasus, dan 13 kasusnya diderita oleh anak-anak. Sedangkan untuk kematian di 2020, lanjutnya, ada tujuh kasus. Dimana enam diantaranya merupakan anak-anak.

"Tujuh kematian di 2020 yaitu 4 orang dari Kota Jambi dan 3 orang dari Muaro Jambi," ujarnya.

Dengan meningkatnya angka kasus ini, ditanyakan apakah Jambi berpotensi memasuki zona merah DBD setelah sebelumnya Jambi sempat dinyatakan berada pada posisi zona kuning, Eva menampik hal itu. Menurutnya dasar merah itu tidak ada.

"Apa alasannya, karena yang meningkat dua kabupaten. Hanya yang harus kita tingkatkan adalah kewaspadaan terutama terkait pemberdayaan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus dan peningkatan tatalaksana dan segera berobat bagi anggota keluarga yang sakit," tuturnya.

Sebagai upaya mencegah terjadinya DBD, Eva mengimbau masyarakat harus menjaga kebersihan di rumah dan menimbun barang bekas agar potensi berkembangnya nyamuk menjadi hilang."Jika ada keluarga yang sakit segera lakukan pemeriksaan di pelayanan puskesmas terdekat agar bisa segera terdeteksi," pungkasnya.

Data yang didapat Metro Jambi, di Kabupaten Tanjabbar, selama Januari-Februari 2020 sudah terjadi 232 kasus. Angka ini meningkat sangat drastis, bahkan sudah mendekati jumlah penderita DBD di Tanjabbar sepanjang tahun 2019, yakni 372 kasus.

Kepala Instalasi Ruang Rekam Medis RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Wike Arius Puspita, beberapa waktu lalu mengatakan, dari jumlah penderita DBD selama dua bulan terakhir ini, tercatat sudah ada dua orang yang meninggal. “Rata-rata pasien adalah anak-anak, baru sisanya orang dewasa," ujarnya.

Ia merincikan, dari jumlah 232 kasus itu, kasus pada Januari 2020 sebanyak 163 penderita, diantara DBD sebanyak 71 orang, kemudian 23 orang kategori dengue shock syndrome (DSS) dan dengue ada 69 orang. Sementara untuk Februari 2020, jumlah penderita sebanyak 39 orang, yakni penderita DBD sebanyak 16 orang. kategori DSS dua orang dan dengue sebanyak 21 orang.

Sejumlah wilayah yang menjadi endemik DBD yang ada di Tanjabbar diantaranya Patunas, Tungkal II, tungkal lll, Tungkal Harapan.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments