Selasa, 14 Juli 2020

Terungkap, Kusnindar Bayar Utang ke Budiyako Gunakan 'Uang Ketok Palu'


Selasa, 21 Januari 2020 | 11:45:19 WIB


Sejumlah saksi kembali dihadirkan jaksa KPK ke persidangan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (21/1/2020)
Sejumlah saksi kembali dihadirkan jaksa KPK ke persidangan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (21/1/2020) / metrojambi.com

 JAMBI - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 yang sebelumnya membantah menerima suap 'uang ketok palu' terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018, hari ini, Selasa (21/1/2020), kembali dihadirkan jaksa KPK ke persidsngan untuk dikonfrontir.

Salah seorang diantaranya adalah Budiyako. Politisi Gerindra itu kembali dihadirkan ke persidangan untuk dikronfrontir dengan saksi lainnya, Kusnindar.

Sama seperti persidangan sebelumnya, pada persidangan kali ini Budiyako kembali mengakui jika ia pernah menerima uang Rp 100 juta dari Kusnindar. Namun Budiyako mengatakan uang yang ia terima merupakan pembayaran utang oleh Kusnindar, bukan uang suap agar hadir saat paripurna pengesahan RAPBD.

Pengakuan Budiyako dibenarkan oleh Kusnindar. Dikatakam Kusnindar, ia membayar utang kepada Budiyako menggunakan 'uang ketok palu' yang ia distribusikan untuk para anggota dewan.

"Ya, begitu pak," kata Kusnindar kepada  jaksa KPK.

"Berarti 'uang ketok palu' Budiyako menjadi beban Pak Kusnindar? tanya jaksa. "Ya, Pak," jawab Kusnindar kepada jaksa.

Lantas apakah Budiyako tahu bahwa uang itu jatah 'uang ketok palu', Kusnindar mengatakan bahwa Budyako tidak tahu. "Sepertinya tidak tahu," jawabnya. 


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments