Minggu, 29 Maret 2020

Ombudsman Cek Kesiapan Lapas Antisipasi Corona


Kamis, 19 Maret 2020 | 15:13:17 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAKARTA- Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala meninjau Rumah Tahanan Kelas IIa Pondok Bambu, Duren Sawit Jakarta Timur, Kamis, guna mengecek kesiapan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dalam pencegahan penyebaran virus corona.

Adrianus mengatakan sebagai lembaga negara, Ombudsman RI memiliki tugas untuk memastikan kualitas pelayanan publik yang baik dapat dilakukan oleh semua kementerian/lembaga dan pemda.

"Kami dalam beberapa hari ini melakukan berbagai upaya untuk memastikan kualitas pelayanan publik itu tidak turun," ujar Adrianus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, meskipun saat ini Indonesia sedang dilanda ancaman virus corona, namun masyarakat masih membutuhkan perhatian terkait pelayanan publik.

"Kita semua tahu bahwa kita memiliki masalah yang sama, khawatir sebagai korban virus corona tapi kita juga harus tahu bahwa ada publik yang terus menerus membutuhkan perhatian Pemerintah," ucap dia.

Adrianus menjelaskan, kunjungan ke Rutan Pondok Bambu bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan publik di lapas dan rutan tidak menurun.

Usai melakukan kunjungan, Adrianus mengaku cukup puas karena dalam waktu yang singkat dan keterbatasan anggaran serta SDM, di Rutan Pondok Bambu sudah ada berbagai langkah yang dilakukan, seperti penyediaan wastafel, air bersih, sabun cuci tangan, serta penyediaan alat ukur suhu tubuh (thermal gun).

Untuk memfasilitasi komunikasi dengan keluarga penghuni lapas, juga disediakan sarana video call, juga pojok wartel. Adrianus menekankan hal-hal seperti ini harus dilakukan secara konsisten.

Terkait fasilitas kesehatan, Adrianus menemukan bahwa daya dukungan kesehatan di Rutan Pondok Bambu tidak terlalu menggembirakan.

"Ditjen PAS perlu melakukan suatu terobosan. Apakah misalnya ketika ada warga binaan yang sudah mulai panas, sesak, dan batuk-batuk, maka apakah dilarikan ke puskesmas atau dilarikan ke Rumah Sakit Pengayoman atau Pemerintah. Strateginya harus dibuat dalam lingkup nasional," kata dia.

Adapun hingga Rabu (18/3), jumlah kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia mencapai 227 pasien. Sebanyak 11 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 19 pasien meninggal dunia.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments