Minggu, 29 Maret 2020

Penatalaksanaan Gizi pada Wabah Corona Virus Disease (Covid-19)


Jumat, 20 Maret 2020 | 16:15:16 WIB


Fachrul Rozy
Fachrul Rozy / istimewa

Oleh: Fachrul Rozy, S.Gz, RD *)

Covid-19 menurut World Health Organization (WHO) merupakan infeksi virus yang menular melalui orang yang telah terinfeksi virus corona. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang bersin atau batuk.

Berikut tips dari Ahli gizi RSUD Raden Mattaher untuk mencegah penularan dan terhindar dari virus tersebut:

Selalu menerapkan Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Senantiasa mencuci tangan dengan cairan antiseptik (handrub) selama 20-30 detik atau dengan air mengalir menggunakan handwash selama 40-60 detik yaitu dengan cara:

Apabila mengalami batuk, pilek gunakan masker saat bepergian dan menerapkan etika batuk yaitu:

Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan baju anda bila batuk atau bersin
Buang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah

Cuci tangan dengan handrub atau handwash

Istirahat yang cukup dan hindari bepergian yang tidak perlu.
Menerapkan social distancing untuk memperlambat penyebaran penyakit yang ditularkan dari orang ke orang.

Cara sederhana social distancing yaitu dengan menjaga jarak satu sama lain seperti pada antrian minimal 1-2 meter, menghindari pertemuan massal, bioskop dan berkumpul dalam satu ruangan ber-AC.

Berjemur pada sinar matahari pagi jam 09.00-10.00 wib selama 10-20 menit.
Olahraga dirumah dengan frekuensi 2-3 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit.

Konsumsi gizi seimbang dengan pola piring makanku sekali makan (1/2 piring sayur-buah, 2/3 piring sumber karbohidrat dan 1/3 piring sumber protein) seperti contoh gambar berikut:

Konsumsilah minimal sayur aneka warna setiap kali makan dengan porsi 1 gelas setelah ditiriskan sebanyak 3 kali perhari.

Pengolahan sayuran sebaiknya dibening, dikukus, direbus dengan wajan tertutup, hindari mengkonsumsi sayuran mentah.

Konsumsi buah pangan lokal tinggi vitamin C minimal 2 potong perhari seperti pepaya, nanas, pisang, buah naga, jeruk, semangka dan jambu biji dsb. Vitamin C berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan membantu proses imunitas tubuh.

Jika membuat jus buah maka hindari penambahan gula karena buah sudah mengandung gula alami dalam bentuk fruktosa. Serta hindari penambahan krimer kental manis karena lemak pada krimer bisa menyebabkan oksidasi vitamin c (menghilangkan sebagian vitamin c alami pada buah).

Konsumsi sumber protein hewani pangan lokal, rendah lemak dan tinggi asam lemak omega 3 dan 6 seperti ikan gabus, ikan seluang, ikan patin, ikan lele, putih telur yang baik untuk kesehatan jantung minimal 3 porsi perhari. Diutamakan mengolah dengan cara dipanggang, dipepes, sop, dipindang dan menggunakan sedikit minyak.

Konsumsi sumber protein nabati minimal 2 potong perhari seperti: tahu, tempe, kacang merah, kacang kedele dan kacang hijau untuk membantu regenerasi sel-sel yang rusak.

Memperbanyak penambahan bumbu alami dalam pengolahan makanan seperti jahe, kunyit, lengkuas, temulawak, bawang putih, pala, sereh, daun salam dsb karena pangan ini mengandung flavonoid, yaitu sejenis antioksidan yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Hindari mengkonsumsi minuman dingin, berpemanis dan bersoda untuk menghindari infeksi tenggorokan.

Minum air putih hangat minimal 30-35 ml/kg berat badan. Contohnya jika berat badan 60 kg maka kebutuhan cairan perhari yaitu 1800-2100 ml/hari (7-8 gelas perhari).

Salam sehat

Penulis adalah Ketua Asosiasi Dietisien Indonesia DPD Provinsi Jambi- Ahli Gizi/Dietisien RSUD Raden Mattaher Jambi


Penulis: Fachrul Rozy, S.Gz, RD
Editor: Herri Novealdi



comments