Jumat, 7 Agustus 2020

Kusnindar dan Hilal Saling Bantah Saat Dipertemukan di Persidangan


Selasa, 21 Januari 2020 | 11:11:50 WIB


Sejumlah saksi kembali dihadirkan jaksa KPK untuk dikonfrontir pada sidang lanjutan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (21/1/2020)
Sejumlah saksi kembali dihadirkan jaksa KPK untuk dikonfrontir pada sidang lanjutan kasus suap \'uang ketok palu\' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah, Selasa (21/1/2020) / metrojambi.com

 JAMBI - Dua mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 hari ini, Selasa (21/1/2020), kembali dihadirkan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus suap 'uang ketok palu' pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 dengan terdakwa Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah.

Keduanya adalah Kusnindar dan Hilallatil Badri. Kusnindar dan Hilal kembali dihadirkan ke persidangan untuk dikonfrontir, karena pada persidanhan sebelumnya keterangan keduanya saling bertolak belakang.

Dalam persidangan kali ini, Kusninda mengatakan jika ia pernahmenghantar uang dengan menggunakan mobil dinas dan Hilal menggubnakan mobil Triton.

"Pada tahun 2017 yang pertama saya serahkan di pinggir jalan. Waktu itu saya antar dengan menggunakan mobil dinas, waktu itu beliau (Hilal, red) pakai mobil Triton," kata Kusnindar saat ditanya jaksa.

Menjawab hal itu, Hilal yang kini menjadi Wakil Bupati Sarolangun mengaku waktu itu dirinya sudah tidak aktif lagi sebagai anggota. Bahkan dirinya tidak pernah menanyakan 'uang ketok palu'.

"Saya tidak pernah pakai mobil Triton," tegasnya.

Namun Kusnindar tetap menyatakan bahwa dirinyalah yang mengantarkan uang jatah Hilal. "Saya yang mengantar, beliau juga telepon katanya ambillah untuk ketua 10 juta," tegas Kusnindar.

Sementata tahap kedua, menurut Kusnindar hingga H-1 Pilkada, Hilal masih menanyakan uang itu. "Dia telepon terus, dia bilang tolong lah ndo, butuh nian. Uang itu saya kasih lewat samping rumah saya," uangkap Kusnindar.

Hilal juga mengklalrifikasinya, dia mengayakan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan Iim. "Dan saya tidak pernah berkomunikasi dengan terkait uang ketok palu itu, baik pribadi maupun sebagai anggota dewan," tegas Hilal lagi.

Kusnindar tetap mengatakan bahwa Hilal menerima jatah ketok palu. "Dua kali itu benar," pungkasnya. 


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments