Senin, 1 Juni 2020

Satu Warga Jambi Positif Corona, Ketua DPRD Desak Penanganan Covid-19 Lebih Serius


Senin, 23 Maret 2020 | 21:51:15 WIB


Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto
Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto / dok.metrojambi.com

JAMBI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Edi Purwanto angkat bicara mengenai satu warga yang terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19, Senin (23/3/2020).

"Ini kan menurut saya sudah Kejadian Luar Biasa (KLB), artinya harus hati-hati," ungkapnya setelah menghadiri rapat Gugus Tugas penanganan Corona di Ruang Pola Kantor Gubernur.

Kemudian Edi menyatakan penanganan dan pencegahan harus lebih serius lagi dan Sosial Physical Distancing (jaga jarak) harus digalakkan sedemikian rupa, sekaligus jangan pernah menyepelehkan wabah virus yang semakin masif tersebut.

"Pada masyarakat paling sulit adalah bagaimana membangun paradigma paradigama masyarakat untuk tidak berkumpul, mengadakan kegiatan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan masa, kita hindarkan," terangnya.

Lebih lanjut Edi menekankan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk penanganan sekaligus membasmi penyebaran Covid-19 yang dipersiapkan itu benar benar tepat sasaran.

"Kita lihat alat pelindung diri kita hari ini memang tidak ada, tapi jangan kita berkecil hati seperti di Sulawesi Utara tadi langsung order ke Tiongkok," terangnya.

Selanjutnya persoalan beras di Bulog, Edi mengklaim posisinya aman sampai jangka waktu 4-5 bulan kedepan, akan tetapi memang, harus ada upaya-upaya sehingga masyarakat tidak terlalu panik.

"Jadi silakan kita waspada, silahkan kita tertitib jangan sampai, mohon maaf kita seperti Itali yang tidak tertib, sudah 5000 orang yang meninggal dunia," ungkapnya.

Edi menegaskan jika memang dibutuhkan anggaran yang sifatnya emergency maka pihaknya akan siap untuk memfokuskan pada wabah penyikt virus corona tersebut.

"Termasuk kita minta pintu pintu masuk ke Jambi betul-betul dicermati dengan baik, Pelabuhan Roro sudah ditutup, kemudian pesawat sudah sangat detail dan protektif tetapi kita takutkan bus-bus," katanya.

Untuk itu Edi mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi juga harus cepat tanggap terkait kedatangan bus bus sehingga Orang Dalam Pengawasan (ODP) semakin banyak yang akan diketahui.

"Isolasi harus ditambah, kan rumah sakit umum baru 6, rumah sakit polisi baru 7 yang lainnya kurang lebih baru sekitar 25 ruang isolasi yang kita punya," jelasnya.

Menurut Edi, khusus ruang isolasi penanganan Covid-19 itu disiapkan minimal 100 sampai dengan 150 ruangan.

"Se provinsi, karena kita ada 5 rumah sakit rujukan untuk Corona, makanya kita harus cermati laporannya hari ke hari ada masalah kita cari solusi bersama sama," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi



comments