Minggu, 29 Maret 2020

Baharkam Polri dan Polda Jambi Amankan Kapal Tangker Bermuatan BBM Hasil Ilegal Drilling


Rabu, 25 Maret 2020 | 15:59:18 WIB


Baharkam Polri dan Polda Jambi Amankan Kapal Tangker Bermuatan BBM Hasil Ilegal Drilling
Baharkam Polri dan Polda Jambi Amankan Kapal Tangker Bermuatan BBM Hasil Ilegal Drilling / Istimewa

JAMBI - Tim Satgas Korpolairud Baharkam Polri bersama Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi, Sabtu (21/3/2020) lalu, mengamankan kapal tangker jenis SPOB Kurnia Lestari GT 264, di kawasan perairan Sungai Batanghari, Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Kapal yang diamankan tersebut, diduga mengangkut muatan berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar 60 ton hasil penyulingan ilegal drilling di Jambi.

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Arif Budi Winova melalui Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi AKBP Irwan Andy P, mengatakan kapal tangker dengan kapasitas muatan 500 ton tersebut berasal dari Jakarta menuju Jambi pada awal Februari 2020 lalu.

"Sudah sekitar satu bulan di Jambi. BBM diduga ilegal ini rencananya akan diperjualbelikan di Bangka Belitung. Namun baru mencapai target (terkumpul, red) 60 ton dari target 500 ton," ujarnya, Rabu (25/6/2020).

Ditambahan Irwan, pihaknya juga mengamankan seorang nakhoda berinisial JB (38) dan 7 Anak Buah Kapal (ABK). Setelah itu, saat di cek tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen angkutan.

"Pelakunya (nakhoda, red) sudah kita periksa dan akan dilakukan penegakan hukum," kata Irwan.

Dikatakannya lagi, kapal tangker tersebut diketahui disewa oleh seseorang berinisial IHN, warga Kabupaten Sarolangun, Jambi untuk mengangkut diduga BBM ilegal dari perusahaan di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Penyewa sudah kita periksa. Sedangkan perusahaan pemilik kapal terkendala penerbangan karena saat ini tengah mewabahnya virus corona," jelasnya.

Saat ini, kapal tangker beserta nakhoda dan ABK telah ditahan di Markas Unit Airud Suak Kandis, Desa Jebus, Muaro Jambi.

Pasal yang akan dikenakan terhadap pelaku yakni, untuk pemilik barang di duga telah melanggar pasal 53 huruf b, c, dan d Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang migas, dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara paling lama 3 tahun.

Sedangkan untuk nakhoda kapal dikenakan pasal 294 dan paaal 322 Undang-Undang Nomor.17 tahun 2008 tentang pelayaran, dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara.

Akan tetapi, lanjut Irwan, semua itu perlu dibuktikan terlebih dahulu. Sebab diduga BBM ilegal tersebut belum diketahui jenisnya dan baru akan di cek di Laboratorium Forensik Palembang.

"Kita juga telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina mengenai asal-usul minyak tersebut," tandasnya.

Novri


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments