Kamis, 2 April 2020

Masih Butuh Evaluasi, Proyek Aspal Karet Ditunda


Rabu, 25 Maret 2020 | 22:58:53 WIB


Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi / dok.metrojambi.com

JAMBI - Pengerjaan aspal dengan bahan karet masih butuh evaluasi, alhasil pengujian aspal tersebut ditunda tahun 2020 ini. Namun aspal jenis ini sempat diujikan dikawasan Tanjung Pinang, Jambi Timur, Kota Jambi beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi M Fauzi mengatakan belum teranggarnya aspal karet untuk 2020 juga dipengaruhi pengerjaan terdahulu yang belum genap enam bulan terhitung sejak November tahun 2019.

"Nanti kalau sudah bulan Mei kami akan sampaikan hasil evaluasinya ke Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Jambi untuk dikaji," ujarnya, Rabu (25/3/2020).

Menurut Fauzi, sejauh ini pengerjaan aspal dilintasi tak cuma kendaraan dengan bobot ringan. Dan sampai kini kondisi jalan masih bagus. "Sejauh ini kita bisa sampai pada rencana umur jalan yang ditetapkan yakni selama tiga tahun," jelasnya.

Fauzi mengatakan, ada permasalahan yang dihadapi seperti
pengujian aspal yang belum keseluruhan berbahan aspal karet. "Pemasangan aspal karet hanya sebatas lapisan (overlay), kalau semua lapisan belum hanya untuk tutupi lapisan haus saja," ungkapnya.

Termasuk salah satu masalah lainnya berupa suara kebisingan masih bisa masuk ke dalam aspal jenis ini. "Suara kebisingan masuk, namun daya lenturnya bagus, daya lentur itulah yang berkolerasi dengan rencana umur proyek," ujar Fauzi.

Fauzi mengakui, untuk anggaran aspal karet ini sebelumnya merupakan anggaran dari pos balitbangda namun karena lebih bersifat teknis penegerjaannya, maka diserahkan ke PUPR. "Dengan tujuan awalnya untuk mensejahterakan masyarakat khususnya petani karet," paparnya.

Aspal karet tersebut diujicoba sepanjang 314 Meter dengan ketebalan 4 centimeter. Ditemukan juga ternyata campuran karet dalam bahan aspal ini disebutkan Dinas PUPR pada kisaran 30 persen saja. Dari segi biaya penggunaan aspal karet ini lebih tinggi 15 persen dibanding aspal biasa.

"Namun kita bisa meningkan nilai umur masa pakai hingga 20 persen, selain itu apabila nanti ada vendor, yang bersedia membangun AMP nya, di Provinsi Jambi maka bahan karetnya bisa kita langsung ambil dari petani. Sehingga dapat meingkatkan nilai jual karet petani kita," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments