Minggu, 29 Maret 2020

Hadapi Wabah, Warga Tebo Merahi Kuku Dengan Inai


Kamis, 26 Maret 2020 | 18:02:50 WIB


Hadapi Wabah, Warga Tebo Merahi Kuku Dengan Inai
Hadapi Wabah, Warga Tebo Merahi Kuku Dengan Inai / Cr3

MUARATEBO - Wabah penyakit Corona Virus Disease (Covid-19), hingga kini menghebohkan masyarakat Kabupaten Tebo.

Di tengah kekhawatiran mereka, masyarakat mulai berinisiatif sendiri untuk mencari cara-cara tradisional yang sebenarnya belum diakui secara ilmu kesehatan modern.

Warga itu berkeyakinan dengan tradisi nenek moyangnya, bahwa ketika datang wabah penyakit masyarakat Kabupaten Tebo dahulunya harus memerahkan kuku jari jari tangannya dengan Inai.

Bukan hanya pada saat wabah penyakit datang tapi juga seusai merayakan Isra' Mi'raj, dan hendak melaksanakan pernikahan.

Tradisi memerahkan kuku jari tangan tersebut sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Tebo.

Adapun komposisi bahan racikan untuk membuat kuku jari tangan tersebut agar berwarna merah, masyarakat mengambil daun tumbuhan semak yang sengaja ditanam mereka, daun tumbuhan semak tersebut dicampurkan dengan nasi, gambir, lalu digiling/dilumatkan lalu dipasangkan di jari tangannya.

Tradisi memerahkan kuku tersebut dipercayai akan menangkal wabah penyakit yang menyerang manusia.

Sopiah, warga Kabupaten Tebo, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tradisi memerahkan kuku tersebut dilakukan di saat musim musim wabah penyakit, saat pernikahan, dan sesudah merayakan hari besar Islam serta menyambut Bulan Suci Ramadhan, tradisi tersebut sudah turun temurun dari nenek moyangnya.

"Kata nenek moyang dahulu tradisi berinai ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh orang tua terdahulu sampai sekarang, apalagi jika ada semacam wabah penyakit yang datang, dan juga ketika hendak menikah, isra' mi'raj dan menyambut bulan suci ramadhan," katanya. Kamis (26/3/2020)

Sopiah juga menyebutkan bahwa tradisi memerahkan kuku ini telah menjadi budaya masyarakat Kabupaten Tebo.

"Tradisi ini sudah menjadi budaya masyarakat Tebo,  apalagi ketika sesudah merayakan  isra' mi'raj 27 Rabi'ul Awal, malam harinya ibu ibu di Tebo, membuat inai dengan menumbuk daun inai tersebut untuk dipasangkan di jari-jari tangan keluarga. Hal tersebut sampai sekarang sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Tebo, bahkan dianggap menjadi penangkal wabah penyakit," pungkasnya.


Penulis: Cr3
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments