Minggu, 29 Maret 2020

Hampir 70 Kecamatan di Jambi Berada di Kawasan Blank Spot dan Lemah Sinyal Komunikasi


Kamis, 26 Maret 2020 | 20:54:52 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Sebanyak hampir 70 kecamatan dengan 170 desa di Provinsi Jambi masih berada di zona blank spot atau area yang tidak tersentuh sinyal komunikasi. Hal ini diketahui berdasarkan data di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jambi pertanggal 24 Maret 2020.

Kepala Diskominfo Provinsi Jambi Nurachmat Herlambang mengatakan, jumlah tersebut belum dikategorikan apakah benar-benar blank spot atau hanya lemah sinyal komunikasinya.

"Ini data blank spot, benar-benar ada sinyal atau sinyalnya lemah atau hilang timbul," ujarnya.

Sebab, lanjut Nurachmat, di daerah-daerah belum menyampaikan laporan secara rinci mana saja yang benar-benar mengalami zona blank spot atau melainkan hanya berada di kawasan lemah sinyal.

Kendari demikian, untuk saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tentunya berupaya berkoordinasi dengan provider penyedia layanan telekomunikasi untuk dapat membangun BTS atau memperbaiki dan memperkuat sinyal yang ada.

"Karena provider selain melihat aspek teknis juga sangat memperhatikan aspek ekonomis seperti jumlah penduduk atau kondisi geografis. Dan data itu beda jauh dengan yang dilaporkan provider. Karena berbeda definisi tentang blank spot," terang pria yang akrab disapa Babeh ini.

Selain itu, kata Nurachmat, kepada pemerintah pusat juga telah diusulkan agar dapat dibangun BTS melalui usulan Pemkab. "Namun sampai saat ini yang menjadi prioritas adalah daerah 3T (Tertinggal Terdepan Terluar). Yaitu daerah perbatasan indonesia dengan negara lainnya," sampainya.

Sementara, Kabid TIK Diskominfo Provinsi Jambi Naylul mengaku jika pihaknya telah meminta per Kabupaten untuk dapat menyampaikan laporan terkait blank spot secara detail dan rinci. Agar nantinya diketahui secara pasti dari jumlah yang ada tersebut.
"Rencananya minggu depan kami akan mengirim surat imbauan ke Kabupaten-kabupaten untuk menyampaikan kembali data secara lengkap. Sebab Kementerian pun juga meminta data lengkap," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments