Minggu, 29 Maret 2020

Tak Kunjung Ada Kepastian, Lahan Eks Pasar Angso Duo Terbengkalai


Kamis, 26 Maret 2020 | 21:10:28 WIB


/ dok.metrojambi.com

JAMBI - Pengelolaan lahan eks Pasar Angsoduo hingga saat ini belum ada kejelasan. Alhasil, lahan tersebut terbengkalai dengan dipenuhi semak dan ditumbuhi pepohonan liar.

Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan untuk pengelolaan lahan eks Pasar Angsoduo tersebut tidak ada Perda dalam tata ruang kota atau Provinsi guna membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). "Dalam aturan itu tidak ada RTH, malah yang ada tata ruang non hijau," ujarnya.

Menurut Sudirman, lahan ruang non hijau tersebut akan difungsikan sebagai tempat perdagangan dan jasa. Diri juga mengatakan, jika memang nantinya ada investor yang masuk untuk mengelola lahan seluas 6 hektare itu, pihaknya akan mengalokasikan untuk RTH juga.

"Pemda juga akan tetap mengalokasikan ada RTH, tak hanya semata perdagangan dan jasa saja. Karena dekat dengan sungai, kalau ada RTH nya kan lebih bagus juga," tuturnya.

Dengan demikian, untuk pengelolaan nantinya dilakukan lelang kepada pihak yang akan mengelola lahan. "Sampai hari Ini aturannya masih dilelang, belum di cabut," sebutnya.

Sudirman menyebut, proses pengelolaan lahan tersebut cukup panjang dan tak bisa dilakukan dengan waktu yang singkat. "Prosesnya masih panjang itu, tidak bisa kita melakukan pengelolaan dengan cepat. Takutnya hasilnya juga tidak bagus," tandanya.

Diberitakan sebelumnya, saat ini Pemprov Jambi dan Biro Aset Provinsi Jambi masih melakukan pembahasan pada lahan eks angso duo tersebut. Untuk sementara, ada beberapa pilihan yang akan dibangun di tahan seluas 6 hektare itu. Salah satunya yakni, bangunan guna serah atau Built Operate Transfer (BOT).

Kemudian Kerja sama Pemanfaatan (KS) atau dalam bentuk ruang terbuka hijau, namun hal ini belum ada keputusan. Setelah pasca penggusuran dan pemindahan pasar tersebut, lahan itu terkesan dibiarkan sehingga menjadi semak belukar.

Sementara itu, untuk nilai aset lahan tersebut masih sama dengan perhitungan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada September 2019 lalu mencapai Rp 135 miliar.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments