Rabu, 3 Juni 2020

Banyak Beredar Bibit Sawit Palsu, Dewan Usulkan Bibit Bersubsidi


Jumat, 07 Februari 2020 | 11:15:44 WIB


Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Izhar Majid
Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Izhar Majid / istimewa

JAMBI - Saat ini, anyak beredar bibit sawit tidak bersertifikat alias palsu di Provinsi Jambi, dengan persentase mencapai 60 persen hampir di setiap kabupaten/kota. Bibit-bibit tersebut berasal dari beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau dan Batam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Izhar Majid mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pemerintah untuk memberikan bibit bersubsidi kepada masyarakat.

"Kita galakkan bibit subsidi. Petani yang kurang mampu bisa mendapatkan bibit asli," ujarnya.

Meski dinas terkait telah melakukan sosialisasi, namun karena mahalnya harga bibit, mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu dibandingkan bibit palsu yang harganya hanya Rp 15 ribu, sehingga petani hanya mampu membeli bibit palsu.

"Kalau bibit yang asli itu harganya mahal, sementara Pemprov Jambi hanya memiliki bibit 25 ribu. Hal ini mungkin tidak semua petani terjangkau. Kita sebagai anggota dewan kedepannya akan kita perbanyak," jelas Ishar.

Dikatakannya lagi, beredarnya bibit sawit palsu di Provinsi Jambi karena adanya intervensi yang mengatakan bahwa bibit tersebut merupakan bibit sawit asli.

"Mereka mengaku-ngaku kadang ini adalah pembibitan, mereka menjual bibit yang di bungkus tersebut dijual 25 ribu, padahal untuk barang aslinya satu bijinya 7.000," sebutnya.

Kemudian, untuk saat ini Pemprov Jambi juga belum sanggup untuk mencover atau memenuhi petani sawit di Jambi karena lahan yang luas dan hanya sebagian yang bisa di penuhi.

"Kita sebagai pemerintahan Pemprov Jambi akan memberikan yang terbaik pada para petani sawit dengan menambah subsidi di masa mendatang," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Agusrizal mengatakan bahwa produksi sawit di Jambi hanya mencapai 14 ton hingga 24 ton perhektar pertahunnya. Sementara jika bibit sawit asli atau unggul mampu menghasilkan 33 ton hingga 36 ton per hektare per tahun.

"Bibit palsu tersebut dapat dilihat dengan kondisi batang sawit yang kecil kemudian pemupukan juga tak teratur. Untuk saat ini berkaitan dengan reprenting, petani yang produksinya rendah dibawah 10 ton pertahun bisa di ajukan ke pemerintah yang nantinya bisa di bantu oleh pemerintah," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments