Kamis, 13 Agustus 2020

Supardi, Elhelwi dan Gusrizal Divonis Lebih Berat dari Zainal Abidin Cs


Senin, 06 April 2020 | 11:45:34 WIB


Gusrizal, Supardi, Elhelwi
Gusrizal, Supardi, Elhelwi / istimewa

JAMBI -Tiga terdakwa kasus suap ketok palu pengesahaan RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018, Supardi Nurzain, Elhelwi dan Gusrizal, dihukum dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun dan 2 bulan dengan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan.

Putusan ini dibacakan majelis hakim dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jambi, hari ini, Senin (06/04/2020) secara online tanpa dihadiri langsung oleh terdakwa dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut majelis hakim, ketiga terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama . Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pasal 12 huruf a

Jo Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU no 20 Tahun 2021, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara bersalah melakukan pidana Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa masing-masing selama 4 tahun dan 2 bulan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan," ucap hakin ketua Morailam Purba.

Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti masing-masing dengan jumlah berbeda. Supardi sebesar Rp 105 juta subsidair 3 bulan, Elhelwi Rp 50 juta subsidair 2 bulan, Gusrizal sebesar Rp 55 juta subsidair 2 bulan.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan selama 5 tahun setelah menjalani masa hukuman pokok. Menetapkan masa penahanan terdakwa dikurangi selama masa tahanan," tandasnya.

Sebelumnya, tiga mantan anggota DPRD Provinsi Jambi lainnya yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini, divonis 4 tahun penjara serta denda Rp 200 juta.

Ketiganya adalah Zainal Abidin, Effendi Hatta, dan Muhamadiyah. Khusus Effendi Hatta, juga dibebankan uang pengganti Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments