Senin, 1 Juni 2020

Yakin Dibunuh, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Karyawan Agung Automall Pekanbaru


Senin, 06 April 2020 | 13:54:43 WIB


Barang bukti berupa kartu pengenal yang ditemukan pihak kepolisian saat mengevakuasi jasad Haryo Suryadi Putra
Barang bukti berupa kartu pengenal yang ditemukan pihak kepolisian saat mengevakuasi jasad Haryo Suryadi Putra / dok.metrojambi.com

JAMBI – Satu bulan lalu, tepatnya Jumat 6 Maret 2020, jenazah Haryo Suryadi Putra (33), warga Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan mengapung di Sungai Batanghari, tepatnya di dekat Intake pengolahan air baku PDAM, RT 26 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Hari ini, Senin (6/4/2020), tepat satu bulan pasca penemuan jenazah karyawan Agung Automal Pekanbaru, Riau tersebut. Namun sejauh ini, belum diketahui dengan pasti penyebab kematian Haryo.

Pihak keluarga sendiri meyakini jika Haryo merupakan korban pembunuhan. Ini seperti diungkap Hirra Agustina, kakak almarhum kepada metrojambi.com.

"Kami (keluarga, red) yakin Haryo dibunuh," tegas Hirra kepada metrojambi.com.

Lebih lanjut Hirra mengatakan, pihak keluarga sangat sedih dan terpukul dengan kematian Haryo, apalagi orangtuanya. Mewakili keluarga, Hirra meminta agar pihak kepolisian dapat mengungkap kasus kematian Haryo.

“Dia orang baik. Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Kami yakin dia dibunuh,” tegasnya.

Sejauh ini, Hirra mengaku pihak kepolisian belum pernah memintai keterangan pihak keluarga. “Belum ada panggilan dari polisi di Jambi. Belum ada sama sekali. Mungkin karena saat ini sedang wabah corona,” ujarnya.

Terkait barang-barang yang ditemukan bersamaan dengan penamuan jenazah Haryo, Hirra mengatakan saat ini masih berada di tangan pihak kepolisian.

"Kami hanya menerima jenazah. Barang-barang tidak ada," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Haryo disebutkan berangkat dari Padang ke Pekanbaru mengendarai sepeda motor. Ia terakhir kali memberi kabar tengah beristirahat di salah satu warung yang berada di daerah Bangkinang, Riau.

Setelah memberi kabar tersebut, Haryo hilang kontak selama beberapa hari, hingga akhirnya jasadnya ditemukan mengapung di Sungai Batanghari.

Pihak kepolisian sendiri belum memberikan keterangan terkait penyebab kematian Haryo. Namun ada kemungkinan ia merupakan korban pembunuhan.

Dugaan ini didasarkan pada barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, dimana salah satunya adalah tas ransel berisi tiga buah batu bata. Diduga tas berisi batu bata tersebut digunakan untuk menenggelamkan jasad Haryo ke Sungai Batanghari.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments