Senin, 1 Juni 2020

Aliansi Mahasiswa Koto Majidin se Indonesia Hasilkan Produk Hand Sanitizer


Rabu, 08 April 2020 | 14:14:49 WIB


Mahasiswa Koto Majidin se Indonesia yang terdiri dari organisasi paguyuban IPMKM Jambi, IPMKM Sumbar dan IMKM, telah memproduksi hand sanitizer.
Mahasiswa Koto Majidin se Indonesia yang terdiri dari organisasi paguyuban IPMKM Jambi, IPMKM Sumbar dan IMKM, telah memproduksi hand sanitizer. / Nita Priyanti/metrojambi.com

JAMBI - Mahasiswa Koto Majidin se Indonesia yang terdiri dari organisasi paguyuban IPMKM Jambi, IPMKM Sumbar dan IMKM, telah memproduksi hand sanitizer. Ini bentuk respon mahasiswa Koto Majidin se Indonesia dalam pencegahan Covid-19 (Virus Corona), sekaligus peringatan hari kesehatan dunia.

“Pandemi Covid 19 menuntut kita dalam merevitalisasi takwa kepada Allah SWT. Menyadari akan pentingnya kebersihan. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk peningkatan sadar bagi masyarakat untuk selalu mencuci tangan setelah keluar dari rumah,” ujar Deko, ketua umum IMKM.

Sementara itu, Rizwan Handika, ketua umum IPMKM Jambi menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Semoga kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah kabupaten dan pemerintah desa pada khususnya, karena ditengah ancaman pandemi global Covid-19 kita dihadapkan dengan bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, tempat-tempat umum seperti masjid harus menjadi perhatian khusus," kata Rizwan.

Gufron, ketua umum IPMKM Sumbar menambahkan, hasil dari produk hand sanitizer kali ini akan dibagikan ke masjid-masjid dan musholla-musholla yang ada di desa koto majidin.

“kita akan bagikan Hand sanitizer ini ke masjid masjid dan musholla-musholla yang ada di desa koto majidin agar masyarakat lebih aman dan khusuk dalm beribadah,” ujar Gufron

Sementara itu, Kiky Nabila, mahasiswi Farmasi juga mengatakan bahwa Produk Hand Sanitizer ini sudah mengikuti standar WHO.

“Handsanitizer yang kami buat ini sudah mengikuti standar WHO, jadi masyakarat tidak perlu khawatir terhadap Handsanitizer ini,” ujarnya.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments