Senin, 1 Juni 2020

Pemkot Jambi Distribusikan APD dan Perangkat Rapid Tes


Kamis, 09 April 2020 | 13:46:17 WIB


Walikota Sy Fasha ketika menyerahkan APD dan perlengkapan rapid test
Walikota Sy Fasha ketika menyerahkan APD dan perlengkapan rapid test / Amril Hidayat/ Metrojambi.com

JAMBI- Pemerintah Kota Jambi telah mendistribusikan perangkat rapid test beserta alat pelindung diri (APD) lengkap ke seluruh rumah sakit yang ada di Kota Jambi. Perangkat rapid test dan APD itu dikirim untuk para tenaga medis dalam penanganan pasien virus corona.

Namun pada tahap pertama ini, baru 7 rumah sakit yang diberikan. Hal ini karena menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, rapid test dan APD tersebut bersumber dari bantuan para donatur yang disalurkan melalui rekening Kota Jambi peduli dan belanja khusus pemerintah melalui APBD 2020.

"Kita mendata rumah sakit di mana yang paling membutuhkan. Kita sebar merata. Masing-masing kita beri 20 APD terlebih dahulu, nanti kalau kurang bisa minta kembali," kata Ida, di Command Center Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi.

Bantuan rapid test dan APD lengkap tersebut diserahkan oleh Wakil Walikota Jambi, Maulana.
Pada tahap pertama ini, rapid test dan APD tersebut masih difokuskan untuk para tenaga medis. Selain menyerahkan APD dan rapid test tersebut, Maulana juga melakukan koordinasi untuk mempersiapkan sarana dan prasarana maupun tenaga kesehatan ditiap rumah sakit.

Maulana mengatakan tiap rumah sakit harus siap dan memahami penanganan pasien ODP dan PDP. Oleh karena itu, dengan adanya rapid test ini, para rumah sakit bisa digunakan untuk kasus-kasus PDP.

“Untuk lebih memastikan apakah pasien itu negatif atau positif, bisa dipakai alat rapid test ini. Dan ini datanya nanti by name by adrres. Kalau positif bisa dirujuk ke rumah sakit yang sudah bisa melakukan perawatan. Mudah-mudahan dengan koordinasi ini tidak ada lagi penolakan pasien dan juga tenaga kesehatan mempunyai proteksi yang cukup untuk melindungi dirinya,” kata Mualana.

Dia menambahkan, pemberian APD dan rapid test ini juga dapat meningkatan motivasi psikologis bagi tenaga kesehatan.

“Karena tenaga kesehatan bisa melakukan deteksi dini dan alatnya cukup. Akurasinya 87 persen. Kalau nanti kurang, bisa melapor dan kita berikan lagi,” katanya.

Maulana menambahkan, pasien yang bisa dilakukan rapid test adalah yang menunjukkan ciri Covid-19 seperti demam, batuk, pilek, dan memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit atau kontak langsung dengan orang-orang yang PDP atau yang positif. (amh)


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments