Jumat, 5 Juni 2020

Alam dan Etika Kebijakan Pembangunan


Senin, 20 April 2020 | 13:51:36 WIB


Citra Priadi Pasaribu
Citra Priadi Pasaribu / istimewa

Oleh: Citra Priadi Pasaribu

SEBUAH film dokumenter yang berjudul Before The Flood (2006) berdurasi satu setengah jam mencoba menggambarkan perubahan iklim dunia saat ini yang disebabkan oleh pilihan kebijakan pembangunan manusia yang kurang peduli terhadap masalah lingkungan.

Setiap Negara sekarang berlomba-lomba membangun pabrik-pabrik pencakar langit dan tidak memperhatikan telah merusak lingkungan.

Seperti yang dikisahkan, manusia sebagai mahluk hidup selalu berupaya untuk memenuhi hasrat hidupnya. Agar dapat memenuhi kebutuhan ekonominya, manusia akan melakukan segala bentuk cara dalam mengola alam. Maka seringkali manusia melakukan cara-cara yang merusak alam, tidak mempertimbangkan kelangsungan hidup hewan dan tumbuhan terancam, sehingga merusak tatanan ekosistem yang ada. Dan semua permasalahan itu lahir dari kebijakan pembangunan yang tidak tepat.

Kebijakan Pembangunan

Pembangunan merupakan sebuah produk kebijakan publik yang dikeluarkan negara. Setiap negara pasti melakukan usaha-usaha pembangunan ekonomi, sosial, politik, masyarakatnya. Pemerintah dalam hal ini melihat semua isu yang terjadi ditengah-tengah masyarakat kemudian mengambil sebuah kebijakan sebagai respon untuk mengatasi permasalah tersebut.

Jika merujuk pada pendapat Thomas.r.dye mengatakan bahwa kebijakan merupakan apa yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh pemerintah. Maka ketika pemerintah melakukan sebuah tindakan itu adalah kebijakan begitu juga ketika pemerintah terlihat tidak melakukan apa-apa itu merupakan sebuah bentuk kebijakan.
Lantas ketika Negara mencoba membangun ekonomi dan merusak ekologi dapat dikatakan sebuah kebijakan? Ini perlu dicermati lebih dalam lagi, mengingat sebuah kebijakan pasti menyangkut kemaslatan khalayak banyak. Ini menjadikannya suatu produk yang mahal, butuh proses yang matang dan kajian yang dalam karena harus didasarkan pada kebutuhan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, pemodal atau elit politik semata. Apalagi sampai-sampai hanya untuk melanggengkan kekuasaan semata.

Etika Pembangunan

Etika merupakan sebuah pedoman untuk berperilaku baik dan benar. Etika menjadi alat manusia dalam bermasyarakat karena berisikan nilai –nilai kebudayaan, adat istiadat dan ajaran moral. Dengan begitu setiap individu dalam masyarakat harus mencerminkan etika itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa alam juga memiliki etika lingkungan. Alam perlu dijaga dan dirawat dengan baik.

Pengambilan kebijakan yang salah akan berdampak balik pada kehidupan manusia. Pembangunan jalan tol yang harus membelah hutan, memotong jutaan pohon, membabat tumbuhan langka, akan membuat terganggunya pola hidup hewan juga merusak ekosistem. Jika tanpa kajian yang lebih jelas dan terarah dapat merugikan manusia itu sendiri. Masuknya binatang buas gajah, harimau, ular dan sebagainya ke pemukiman warga disebabkan oleh habitat mereka sedang terancam. Celakanya pemanasan global yang waktu dekat ini kita rasakan adalah imbas nyata dari kerusakan alam.

Karena etika berbicara moral dan nilai maka pembangunan yang dikerjakan pemerintah jangan lagi mengenyampingkan aspek lain seperti sosial, kultur, budaya, masyarakat yang terkontaminasi akibat imbas suatu pembangunan. Saat Negara mencoba memacu laju bidang ekonomi dan mengabaikan aspek-apek lain akan menyebabkan kemajuan yang tidak seimbang. Maju di bidang ekonomi akan tetapi malah menghancurkan kekayaan alam dan budaya. Ini sama saja tidak menambah nilai.

Melihat Indonesia merupakan negara yang kaya raya akan sumber daya alam dan manusianya, maka kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah harus bisa menjaga kelangsungan alam. Mempertimbangkan aspek kedepannya agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana sumber daya yang terbatas ini dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
Rusaknya keragaman hayati dan hewani di alam berdampak besar bagi kehidupan manusia. Alam menjadi ladang produksi sandang dan pangan atau alam adalah rumah manusia itu sendiri. Bahkan bagi sebahagian masyarakat menganggap bahwa alam adalah sumber kehidupan materi dan ilahi. Itulah karena begitu besarnya pengaruh dan eratnya keterikatan alam dengan manusia.

Etika disini berupaya merefleksikan fungsi dan tujuan dari kebijakan pembangunan itu sendiri. Sehingga setiap aktor yang terlibat harus mampu mengkalkulasikan apakah nantinya akan berdampak pada kemajuan atau sebaliknya, apakah menguntungkan atau merugikan, apakah menambah suatu nilai atau tidak.

Representasi etika juga akan membuat perilaku semua aktor pembuat kebijakan lebih bertanggung jawab mengemban tugas yang dibuat. Berintegritas, jujur, dan transparansi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Dan tak kalah penting adalah mampu mengartikulasikan apa yang menjadi masalah ekologis masyarakat.

Dengan masuknya etika sebagai refleksi kritis mengeluarkan produk kebijakan, dapat membuat pembangunan tidak lari dari konsepnya untuk mensejahterakan manusianya baik dari aspek ekonomi, sosial, politik dan tetap menjaga kelangsungan lingkungan, kelestarian flora/fauna di alam. Lindungi alamnya untuk Indonesia di masa depan.


*) Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jambi.


Penulis: Citra Priadi Pasaribu
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments