Sabtu, 6 Juni 2020

Gizi Seimbang untuk Bulan Suci Ramadhan 


Kamis, 23 April 2020 | 10:27:00 WIB


/ Istimewa

Oleh:Fachrul Rozy, S.Gz, RD 

 

Bismillahirrohmaanirrohim, 

 

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi…” (Q.S Albaqarah: 168).

 

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa“

 

(Q.S Albaqarah: 183).

Di dalam dua surat di atas disebutkan bahwa kita senantiasa diwajibkan memilih makanan yang halal lagi baik serta diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, karena puasa merupakan salah satu rukun islam bagi umat muslim di dunia. 

Untuk menjalankan ibadah puasa, khusu’ dalam beribadah dan senantiasa mendapatkan makanan yang halal lagi baik serta dalam rangka membantu Pemerintah dalam pembatasan physical distancing selama pandemic covid-19, berikut tips dari Ahli Gizi/Dietisien  RSUD Raden Mattaher Jambi:

Mulailah ibadah puasa dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan senantiasa mengharap rahmatNYA untuk menuju fitrah di hari kemenangan.

Pilihlah bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan. 

Membatasi berbelanja ke pasar, mall dan tempat keramaian. Bisa menggunakan aplikasi ojek online untuk mengurangi kontak fisik selama pandemik covid-19. Jika terpaksa keluar rumah, maka selalu gunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan 6 langkah cuci tangan menurut WHO menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol 70 persen.

Saat sahur konsumsilah makanan yang tidak merangsang asam lambung, karena dipagi hari lambung cenderung memproduksi asam lambung yang berlebihan. Hindari sumber makanan gas (seperti: nangka, kool, ubi, sawi, dsb), hindari pedas berlebihan dan makanan sumber asam (duren, tempoyak, olahannya dsb).

Saat berbuka segeralah mengkonsumsi minuman hangat dan mengkonsumsi 3-5 butir kurma. Buah kurma terbukti mengandung gula murni (fruktosa) yang dapat meningkatkan kembali konsentrasi setelah seharian berpuasa. Fruktosa akan dirubah menjadi glukosa di dalam darah dan merupakan sumber zat gizi utama otak sehingga dapat membuat tubuh kembali segar.

Konsumsilah sayur dan buah minimal 5 (lima) porsi perhari. Sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral  serta serat yang berfungsi untuk membantu metabolisme zat gizi, sebagai sumber antioksidan dan untuk memperlancar pencernaan. Pembagian makan yaitu: 

1 porsi sayur (1 gelas setelah ditiriskan) saat makan lengkap berbuka

1 potong buah setelah berbuka

1 porsi sayur (1 gelas setelah ditiriskan) setelah shalat taraweh

1 porsi sayur (1 gelas setelah ditiriskan) saat sahur

1 potong buah saat sahur

Saat berbuka hindari mengkonsumsi minuman manis, berpemanis buatan, krimmer kental manis berlebihan, karena sumber bahan makanan ini memperberat kerja pankreas dalam memproduksi hormon inslin. Hormon insulin bersama hormon glukagon adalah  hormon yang bertugas dalam mencerna glukosa, jika pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin maka dapat meningkatkan risiko diabetes (penyakit gula).

Hindari berbuka dengan makanan tinggi lemak berlebihan seperti: goreng-gorengan, ayam berkulit, sop berlemak, jeroan dsb, karena berisiko memperberat fungsi kandung empedu. Kandung empedu adalah organ tubuh yang memproduksi cairan bilirubin yang disekresi oleh hati untuk membantu penyerapan lemak ke dalam tubuh dan membantu hati dalam ekresi (proses pengeluaran) zat sisa metabolisme. 

Pilihlah makanan sumber protein rendah lemak seperti : putih telur, ikan, daging ayam tanpa kulit, tahu, tempe, kacang-kacangan dan sebagainya dengan proses memasak menggunakan sedikit minyak. Sumber protein ini berfungsi untuk membantu regenerasi sel yang rusak, sebagai sumber energi dan juga berfungsi untuk membentuk antibodi yang bermanfaat untuk mencegah tubuh terserang penyakit infeksi dan melawan virus. 

 

 

Konsumsilah cairan yang cukup selama puasa minimal 8 gelas perhari dengan pembagian sebagai berikut:

 

1 gelas saat berbuka

 

1 gelas setelah sholat maghrib

 

1 gelas saat makan lengkap 

 

1 gelas sebelum taraweh

 

1 gelas setelah sholat taraweh

 

1 gelas sebelum tidur

 

1 gelas saat makan sahur

 

1 gelas sebelum imsak

 

 

Saat lebaran hindari mengkonsumsi sumber makanan tinggi lemak berlebihan, hindari santan yang dimasak terlalu lama, goreng-gorengan, kue bermargarin, keripik  dan lain-lain karena semua sumber makanan tersebut berisiko meningkatkan penimbunan lemak di dalam tubuh dan tidak baik untuk kesehatan jantung. Salam sehat.

Kunjungi kami di instagram: @zeevernand.sgz.rd

 

*) Ketua Asosiasi Dietisien Indonesia DPD  Provinsi Jambi-Ahli Gizi/Dietisien RSUD Raden Mattaher Jambi


Penulis: Fachrul Rozy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments