Jumat, 5 Juni 2020

96 Kasus DBD Ditemukan di Tanjabtim Selama Pandemi Covid-19


Rabu, 29 April 2020 | 11:23:43 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK- Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) harus waspada terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, terhitung sejak januari hingga maret ini tercatat ada 96 kasus DBD dengan satu kasus meninggal dunia.

Kepala Dinas kesehatan Tanjabtim Ernawati, melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan Jumiati mengatakan, kasus DBD setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tercatat sejak beberapa tahun terakhir angka pasien DBD terus menunjukan kenaikan.

"Dari Januari lalu hingga Maret sudah ada 96 kasus DBD terjadi, dimana satu kasus meninggal dunia," ujarnya.

Dikatakannya lagi, kasus meninggal dunia pasien berada di Kecamatan Rantau Rasau dengan usia anak-anak. Berdasarkan data DBD yang dimiliki Dinkes Tanjabtim, Kecamatan Rantau Rasau masuk kategori kecamatan paling rentan terjadi kasus DBD.

"Hampir setiap tahunnya kasus DBD di sana terbilang tinggi, bahkan termasuk korban MD-nya," kata Jumiati.

Jika dibandingkan pada dua tahun sebelumnya, pola nya memang terlihat meningkat. Bahkan pada tahun 2019 lalu kasus DBD di Tanjabtim termasuk rekor dengan jumlah kasus kisaran angka Ratusan kasus.

"Awalnya kita memperkirakan tahun ini akan berkurang, namun dilihat dari kasus tiga bulan ini prediksi tadi salah," sebutnya.

Pada Maret saja sudah tercatat ada 18 kasus terjadi, penyebabnya tidak lain karena masuk musim pancaroba, musim tak menentu, serta pola hidup sehat yang kurang baik.

Secara global kasus DBD terbilang merata, hampir setiap Kecamatan ada kasus, namun kasus yang menjadi langganan terjadi tersebut berada di Simpang Pandan, Rantau Rasau dan Sabak Timur.

"Kawasan-kawasan langganan tersebut karena berada di bibir laut," bebernya.

Pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat dan kalangan orang tua untuk pengawasan anak-anak mereka karena sangat rentan terjangkit DBD. Apalagi mengingat nyamuk DBD tersebut merupakan hewan yang aktif pada siang hari, dimana biasanya anak anak kurang terkontrol saat berada diluar beda jika pada malam hari.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments