Sabtu, 6 Juni 2020

Kota Jambi dan Muara Bungo Alami Deflasi Disebabkan Penurunan Pada 4 Kelompok Pengeluaran


Selasa, 05 Mei 2020 | 10:38:36 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Pada Bulan April 2020, Kota Jambi dan Muara Bungo mengalami deflasi sebesar 0,66 persen dan 0,29 persen. Sedangkan untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 103,30 dan Muara Bungo tercatat sebesar 103,79.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Wahyudin mengatakan, deflasi di Kota Jambi terjadi pada 4 kelompok pengeluaran. Begitu pun di Muara Bungo, deflasi terjadi pada 4 kelompok pengeluaran barang dan jasa karena adanya penurunan indeks.

"Deflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada 4 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,03 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen, dan kelompok transportasi sebesar 1,26 persen. Serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen," bebernya, Selasa (5/5/2020).

Dalam pembentukan deflasi Kota Jambi sebesar 0,66 persen tersebut, lanjut Wahyudin, andil terbesar adalah dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar minus 0,5956 persen; kemudian dari kelompok transportasi sebesar minus 0,1513 persen.

"Untuk komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya deflasi Kota Jambi Bulan April 2020 antara lain cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, beras, bawang putih, dan susu bubuk," ujarnya. 

Sementara itu, deflasi di Muara Bungo terjadi juga karena adanya penurunan indeks harga pada 4 kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,69 persen. Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,65 persen. Kemudian kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,15 persen. 

"Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya deflasi Kota Muara Bungo adalah cabai merah, daging ayam ras, biaya pulsa ponsel, angkutan udara, bawang putih, telur ayam ras, cabai rawit, dan batu bata/batu tela, pasir dan ikan kembung," kata Wahyudin. 

Namun untuk laju inflasi tahun kalender 1 dan “year on year” 2 Kota Jambi pada bulan ini masing-masing sebesar 0,24 persen dan 1,41 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dan “year on year” Muara Bungo masing-masing sebesar 0,24 persen dan 1,51 persen pada Bulan April 2020.

Wahyudin menyampaikan, dari 24 Kota di Sumatera yang menghitung IHK, sebanyak 4 kota mengalami inflasi dan 20 kota deflasi. Inflasi tertinggi se-Sumatera terjadi di Kota Tembilahan sebesar 0,43 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,92 persen, dan sekaligus menjadi deflasi tertinggi se Indonesia pada Bulan April 2020. 

"Kota Jambi dan Kota Muara Bungo berada pada urutan ke-22 dan ke-15 antarkota se-Sumatera," bebernya.

Sementara itu, dari 90 lota yang menghitung IHK di Indonesia, kata Wahyudin, sebanyak 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota deflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bausebesar 0,88 persen dan terendah sebesar 0,02 persen terjadi di Kota Balikpapan, Cirebon, dan Depok," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments