Selasa, 7 Juli 2020

Ruang Isolasi Pasien Positif Covid-19 di Tanjabbar Minim Fasilitas


Selasa, 05 Mei 2020 | 14:02:30 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

KUALATUNGKAL - Ruang isolasi yang disediakan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif dan eks Puskesmas Tungkal II minim fasiltas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar Andi Pada mengatakan, ruang isolasi yang disediakan di RSUD KH Daud Arif masih minim fasiltas pendukung. Bahkan, fasilitas dasar pun tidak dimilik.

"Kenapa pasien 38 tidak kita rawat ke Daud Arif? Ruang isolasi di Daud Arif tidak ada WC dan kamar mandi di dalamnya. Ada, tapi tidak ada di dalam, jadi di luar ruangan. Karena memang desainya bukan untuk isolasi tapi untuk ruang operasi dan recovery," sebut Andi Pada saat rapat Tim Gugus Tugas Penagangan Covid-19 Tanjabbar di aula kantor Bupati Tanjabbar, Selasa (5/5/2020).

Andi Pada juga menyebutkan alasan pasien positif itu tidak di rawat di Rumah Sakit Surya Kharudin, Merlung. Ia juga menyebutkan kondisi di Rumah Sakit Merlung tidak jauh beda dengan Rumah Sakit KH Daud Arif. Malahan, kata dia, lebih parah di Rumah Sakit Merlung.

"Inisial L ini tidak dirawat di Rumah Sakit Surya karena di sana belum terkoneksi aliran listriknya. Baru satu gedung yang ada aliran listrik. Kami sudah minta genset tapi belum bisa di eksekusi. Kebutuhan di Rumah Sakit Surya itu butuh genset dan butuh mesin cuci," bebernya.

Andi Pada juga mengkhawatirkan jika hal ini terus dibiarkan. Sebab, fasilitas masih tergabung antara pasein Covid-19 yang satu dengan yang lainnya.

"Ruang isolasi yang tidak memiliki WC dan kamar mandi tersendiri, dikhawatirkan jika bergabung dengan WC atau kamar mandi di luar gedung bisa menyebabkan penyebaran Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan eks Puskesmas Tungkal II yang juga menjadi tempat isolasi untuk pasien positf Covid-19 dalam kondisi tanpa gejala, diungkapkan oleh Andi Pada juga mengalami kekurangan.

"Untuk eks Puskesmas Tungkal II juga mengalami kekurangan. Di sana kita butuh genset. Kalau mau idealnya tidak akan ketemu dimana pun, tapi kita tetap berupaya meminimalisir supaya pelayanan ini tetap maksimal," pungkasnya.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments