Minggu, 24 Januari 2021

Bupati Kerinci: Penanganan Covid-19 Tidak Bisa Hanya Sepihak, Pemkot Sungai Penuh Harus Berkontribusi


Rabu, 13 Mei 2020 | 20:13:06 WIB


Bupati Kerinci Adirozal
Bupati Kerinci Adirozal / dok.metrojambi.com

 KERINCI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MHA Thalib Kerinci ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien positif Covid-19. Namun keberadaan ruang isolasi dan tenaga medis yang akan menangani pasien masih terbatas.

Padahal, jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat dan menjalani isolasi di rumah sakit tersebut terus bertambah, dan kebanyakan berasal dari Kota Sungai Penuh.

Terkait hal ini, Bupati Kerinci Adirozal mengharapkan agar Pemkot Sungai Penuh juga ikut memberikan kontribusi.

"Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh belum lama ini sudah berkoordinasi terkait dengan kerja sama penanganan Covid-19. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjut apa yang harus dilakukan," kata Adirozal usai acara pengucapan sumpah jabatan PNS, Selasa (12/5/2020).

Bupati Kerinci dua periode ini mengungkapkan, sejuah ini penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis, insentif, dan makan pasien di RSUD MJA Thalib hanya dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kerinci, tanpa ada dari Pemkot Sungai Penuh. Padahal, kata Adirozal, pasien terbanyak dari Kota Sungai Penuh.

"Mari kita tangani ini secara bersama-sama. Tidak bisa penanganan ini dilakukan oleh Pemkab Kerinci saja, Pemkot Sungai Penuh juga harus memberikan kontribusi," ujarnya.

Adirozal juga mengimbau kepada masyarakat jika ada tetangga yang pilek, demam tinggi, dan gejala-gejala Covid-19 untuk segera meminta mereka mengecek kesehatannya ke Puskesmas terdekat.

"Kalau pasien yang positif atau PDP (pasien dalam pengawasan), jemput lah dengan baik, jangan dijemput dengan motor. Untuk petugas jangan lebay dengan membuat video penjemputan terhadap pasien positif, kasihan dengan keluarga pasien," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments