Sabtu, 24 Oktober 2020

Ngaku Ada yang Membekingi, Sopir Tolak Bayar Royalti ke Pemuda


Rabu, 20 Mei 2020 | 10:53:01 WIB


Salah satu truk yang ditahan warga Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari
Salah satu truk yang ditahan warga Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari / metrojambi.com

 MUARABULIAN - Tiga unit truk bermuatan minyak yang diduga hasil illegal drilling, Senin (18/5/2020), ditahan warga Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, tiga truk tersebut ditahan saat melintas di depan pos pemuda setempat. Penahanan dilakukan karena sopir menolak memberikan royalti sesuai dengan yang telah disepakati.

Warga yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, royalti yang harus dibayarkan berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk setiap mobil yang mengangkut minyak hasil illegal drilling.

"Uangnya untuk kegiatan kami di sini. Kegiatan pemuda. Tidak mau (bayar, red) katanya ada yang becking," sebut warga tersebut.

Ditambahkannya, sopir truk tersebut menolak memberikan royalti karena ada yang membekingin.

"Katonyo punyo oknum anggota. Cuma kami dak tau siapo. Dio tiap lewat dak mau ngasih royalti," ujarnya.

Ditanya dimana oknum yang membekingi itu berdinas? Warga mengatakan oknum itu berdinas di wilayah Kabupaten Batanghari.

"Katonyo di Batanghari, coba tanyo langsung dengan pemuda yang nahan mobil truk itu," pungkasnya.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments