Minggu, 31 Mei 2020

Polsek Kotabaru Tangkap Ibu Rumah Tangga Pengedar Togel


Kamis, 21 Mei 2020 | 09:29:19 WIB


Kapolsek Kotabaru AKP Afrito Marbaro saat menginterogasi seorang ibu rumah tangga yang ditangkap karena menjual togel
Kapolsek Kotabaru AKP Afrito Marbaro saat menginterogasi seorang ibu rumah tangga yang ditangkap karena menjual togel / metrojambi.com

 JAMBI - Anggota Unit Reskrim Polsek Kotabaru, Jambi menangkap seorang ibu rumah tangga yang nekat menjadi pengedar judi kupon toto gelap (togel).

Kapolsek Kotabaru AKP Afrito Marbaro mengatakan, pelaku yang berinisial AB (45) ditangkap Senin (18/5/2020) lalu. Afrito menyebutkan, pelaku menjadi bandar togel dan menjualnya kepada warga sekitar Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

"Alasan yang bersangkutan karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup," kata Afrito.

Pelaku AB beralamat di Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian hanya bisa menangis sembari menyampaikan penyesalan.

Ia beralasan nekat menjual togel karena butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, serta untuk menafkahi keluarga karena tidak memiliki suami.

Wanita itu ditangkap polisi di rumahnya saat sedang menjalani transaksi judi kupon gelap (togel) dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh tim penyidik Polsek Kotabaru.

Selain mengamankan ibu rumah tangga yang telah beberapa bulan menjadi bandar judi togel, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai hasil judi, rekap togel dan beberapa barang bukti lainnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap wanita berstatus janda tersebut, pihaknya tengah memburu dua orang pelaku lain yang diduga terlibat dalam bisnis judi kupon gelap tersebut dan mereka berperan sebagai penjemput setoran judi togel dan penerima setoran dari pelaku.

Pelaku ditangkap dirumahnya berdasarkan informasi masyarakat, dan pemeriksan sudah lebih enam bulan menjadi bandar togel dengan keuntungan Rp500 ribu hingga Rp1 juta rupiah setiap harinya.

Pelaku merupakan jaringan judi kupon internasional yang melakukan transaksi di rumahnya.

"Kita masih memburu dua orang lagi yang diduga terlibat dalam penjudian kupon gelap dan pelaku dikenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun kurungan penjara," kata AKP Afrito.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments