Sabtu, 8 Agustus 2020

Permahi: Seluruh Pihak Harus Berperan Berantas PETI


Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:35:50 WIB


/

 JAMBI - Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia Jambi (Permahi) pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 sekira pukul 14.00 s/d 16.00 WIB mengadakan silaturahmi bersama Kapolres Muaro Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji S,IK di ruang kerja Kapolres Bungo.

Kedatangan Permahi yang diketuai Hasbi Ashshiddiqi disambut langsung Kapolres Bungo yang didampingi Kasat Intel Polres Bungo. Di samping menyampaikan persoalan pemberantasan PETI, juga meminta Kapolres untuk bersedia mendukung program diskusi online.

"Alhamdulillah bapak Kapolres Bungo merespon dan bersedia untuk melakukan diskusi online tersebut. Selain itu sekaligus membicarakan persoalan PETI, dan sebelumnya kita mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Bungo dan polda Jambi untuk memberantas aktivitas PETI. Namun diharapkan dengan pihak kepolisian tidak hanya berhenti  pada pelaku yang ditangkap, kita inginkan pemilik dan pemodal alat berat tersebut juga dapat turut bertanggung jawab," tegas putra asli kelahiran Bungo ini.

Dikatakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi ini, persoalan pemberantasan PETI seluruh elemen masyarakat harus berperan serta.

Bila perlu lakukan upaya sosialisasi melalui instansi leading sector terkait akan bahaya PETI yang melanggar undang-undang juga mempunyai dampak yang sangat luas terhadap lingkungan.

Selama ini banyak kejadian dampak yang mengerikan adalah kehilangan nyawa akibat longsor dan tertimbun dalam lokasi PETI.

"Setop dan tolak PETI, sebelum menelan korban jiwa. Masyarakat secepatnya harus sadar akan dampak negatif dan untuk lebih peduli akan kelestarian lingkungan," papar Hasbi.

Dalam lemberantasan PETI ini bila perlu Pemerintah Kabupaten agar lebih gencar lagi dan meminta dukungan masyarakat sekitar.

Untuk suatu contoh kasus yang tengah ditangani pihak Polres Bungo yang terjadi di Desa Batu Kerbau, warga diminta tidak untuk menutupi atau melarang proses pengembangan kasus ini, karena puluhan alat berat masih terdapat di tempat kejadian dan pemilik serta pemodalnya juga tertangkap dan ikut bertanggung jawab atas kejadian kasus ini.

"Warga harus terbuka. Bila perlu bantu pihak kepolisian untuk melakukan pengembangan terhadap pemilik dan pemodal alat berat di Desa Batu Kerbau dan Kecamatan Limbur," tuturnya. (*)


Penulis:
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments