Sabtu, 8 Agustus 2020

Pasca Insiden Tewasnya Warga Karmen, Kapolres Sarolangun Kerahkan Personel Back Up Polsek Pauh


Jumat, 29 Mei 2020 | 23:48:09 WIB


Warga Karmen, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun melakukan pemblokiran jalan, yang dipicu tewasnya salah seorang warga saat dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian
Warga Karmen, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun melakukan pemblokiran jalan, yang dipicu tewasnya salah seorang warga saat dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian / metrojambi.com

 JAMBI - Ruas jalan Jambi-Sarolangun malam ini, Jumat (29/5/2020), diblokir oleh warga Karang Mendapo (Karmen), Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.

Informasinya, pemblokiran jalan tersebut dipicu kejadian tewasnya salah seorang warga saat ditangkap pihak kepolisian. Akibat pemblokiran jalan tersebut, arus lalu lintas menjadi macet.

Terkait aksi warga tersebut, Kapolres Sarolangun AKBP Deni Heryanto telah memerintahkan Kapolsek Pauh untuk melakukan penggalangan dan pendekatan terhadap masyarakat Desa Karmen.

"Masyarakat kita harapkan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat melawan hukum serta tindak pidana lainnya," kata Deni saat dikonfirmasi wartawan.

Ditambahkan Deni, ia juga sudah meminta Kabag Ops Polres Sarolangun untuk menyiagakan personel Satuan Sabhara untuk mem-back up Polsek Pauh melakukan pengamanan Mako Polsek, mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kemudian, Kasat Lantas diminta menyiagakan personel untuk melakukan pengaturan terhadap arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat adanya pemblokiran jalan tersebut.

Selanjutnya, Kasat Binmas Polres Sarolangun diharapkan dapat melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap masyarakat Karmen, tentang hukum yang berlaku sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat melawan hukum.

"Kasat Reskrim, Kapolsek Mandiangin, dan Kapolsek Air Hitam juga kita minta mem-back up Polsek Pauh," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga yang tewas tersebut bernama Zainubi alias Nubi (37). Kapolrea Sarolangun AKBP Deni Heryanto menyebutkan, penangkapan dilakukan karena yang bersangkutan diduga merupakan pelaku tindak pidana penggelapan.

"Penangkapan didasarkan atas Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP. Kap/ 18/ V/2020/Reskrim," ujar Deni.

Deni menerangkan, awalnya, Kanit Reskrim Polsek Pauh bersama sejumlah anggota sudah berhasil mengamankan tersangka. Namun tiba-tiba orang tua tersangka keluar dari rumah dengan membawa parang dan mengejar anggota yang melakukan penangkapan.

"Tersangka juga berupaya merampas senjata laras panjang yang dibawa oleh salah seorang anggota Polsek Pauh," terang Deni.

Melihat hal tersebut, anggota Polsek Pauh lainnya lantas melepaskan tembakan peringatan agar tersangka menyerah. Karena tidak diindahkan, akhirnya anggota Polsek Pauh terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan melepaskan tembakan ke arah tersangka.

"Yang bersangkutan sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Ia meninggal dunia di rumah sakit," sebut Deni.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments