Minggu, 9 Agustus 2020

Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil, Warga Muara Bulian Diamuk Massa


Sabtu, 30 Mei 2020 | 16:27:06 WIB


Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto saat merilis penangkapan pelaku pencabulan terhadap anak tir
Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto saat merilis penangkapan pelaku pencabulan terhadap anak tir / metrojambi.com

 MUARABULIAN - Seorang pria berinisial A (28), warga Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, saat ini haris mendekam di balik jeruji besi. A diamankan pihak kepolisian setelah dilaporkan mencabuli dua anak tirinya.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, korban berinisial MP dan MF. Akibat perbuatan bejat pelaku, salah seorang korban saat ini diketahui sedang hamil.

A juga sempat jadi sasaran amuk massa yang emosi karena perbuatannya. Beruntung A cepat diamankan pihak kepolisian.

Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto mengatakan, A mencabuli kedua korban dalam rentan waktu berbeda. Dwi menyebutkan, A awalnya mencabuli anak tiri pertamanya pada kurun waktu September 2019 hingga April 2020.

"Pelaku melakukan perbuatannya sampai korban hamil," ujar Dwi, Sabtu (30/5/2020).

Ditambahkan Dwi, karena tidak puas dengan anak tiri pertamanya, pelaku mulai melirik adik korban. Korban kedua pun berhasil dicabuli pelaku dalam rentang waktu Januari hingga Mei 2020.

Dikatakannya lagi, perbuatan bejat pelaku terungkap saat keluarga korban melakukan kumpul bersama pada Rabu 27 Mei 2020 lalu, membahas soal kecurigaan dan isu yang sudah berkembang.

Pada saat rembuk keluarga tersebut, korban ditanyai oleh neneknya. Akhirnya korban mengaku bahwa yang melakukan perbuatan tersebut adalah ayah tirinya.

Setelah mendapatkan pengakuan dari korban, pihak keluarga lantas membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batanghari, Kamis (28/5/2020) lalu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan visum terhadap korban dan memeriksa saksi-saksi.

Namun saat akan diamankan, pelaku berusaha melarikan diri. Akhirnya dengan dibantu warga, anggota Unit PPA Satreskrim Polres Batanghari berhasil mengamankan pelaku.

"Warga yang tidak terima dengan perbuatan pelaku juga sempat menghakiminya. Melihat hal itu anggota kita langsung mengamamkan pelaku dari sasaran amuk massa," ujar Dwi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo pasal 76d Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 temlntang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," pungkas Dwi.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments