Minggu, 5 Juli 2020

Pemprov Jambi Fasilitasi Pengusulan Pahlawan Nasional


Senin, 04 Mei 2020 | 10:39:49 WIB


Arief Munandar, Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi
Arief Munandar, Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi / istimewa

JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memfasilitasi usulan kabupaten/kota untuk menjadikan pejuang daerah sebagai Pahlawan nasional.

Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi Arief Munandar mengatakan, untuk usaha menambah pahlawan nasional di tahun 2020 ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan Perguruan Tinggi seperti UIN STS dan Universitas Jambi (Unja) untuk lebih menggali perjalanan dan pencatatan sejarahnya.

"Kita sudah kerja sama nanti agar bisa gali lebih dalam, karena permasalahan di 2019 walaupun sudah ada buku tetapi masih kurang lengkap," ujarnya.

Setidaknya ada beberapa syarat dan tahapan yang harus dilewati untuk menjadi pahlawan nasional. Mulai dari harus ada diskusi kelompok terpumpun (FGD), ada buku biografi, hingga ada pengakuan dari daerah semacam penamaan untuk Rumah Sakit daerah, bandara atau bangunan penting lain.

"Padahal kita drngar dari ahli sejarah luar negeri Raden Mattaher juga sudah layak disebut pahlawan karena dirinya merupakan simbol perlawanan melaean penjajah untuk Jambi," terang Arif.

Diakuinya, kenyataan saat ini Provinsi Jambi baru memiliki satu pahlawan nasional yang tersemat pada nama besar Sultan Thaha Saifuddin. Bukan tanpa usaha, tetapi selalu predikat pengakuan pejuang tertinggi senasional ini selalu gagal di tingkat nasional karena belum lengkapnya persyaratan dan keterlambatan pengusulan.

Arief juga mengakui kesalahan pada 2019 lalu dikarenakan keterlambatan penyerahan berkas untuk nama Raden Mattaher. Yang kala itu diusulkan oleh Pemkot Jambi. "Ia tahun kemarin kita terlambat dan juga berkasnya kurang lengkap, tahun ini kita coba gali lagi," jelasnya.

Sementara untuk nama lain yang berpotensi diajukan ke Kementerian Sosial RI sebagai instansi yang menetapkan gelar terhormat ini, Arief mengatakan ada nama Depati Parbo dari Kerinci, Abunjani dan Selempang Merah dari Tanjung Jabung Barat.

"Persiapannya kita kini sudah bentuk tim pengkaji gelar pahlawan di daerah untuk nanti persyaratan-persyaratan nya di bawa ke Kementerian," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments