Rabu, 15 Juli 2020

Sejumlah Aset Pemprov Jambi Butuh Kejelasan, DPRD Segera Bentuk Pansus


Jumat, 05 Juni 2020 | 10:40:34 WIB


Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra / istimewa

JAMBI - Sejumlah aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi yang dikelola oleh pihak ketiga membutuhkan kejelasan. Terkait hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi akan membentuk panitia khusus (Pansus) terkait kejelasan aset-aset yang ada di Jambi.

"Semua Build Operate Transfer (BOT) dan kerjasama akan didalami oleh pansus yang dalam waktu dekat akan dibentuk," ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra, Jumat (5/6/2020).

Rocky menyebutkan, pembentukan pansus setidaknya akan ditentukan pada Senin (8/6) mendatang. Pansus atau tim gabungan yang akan dibentuk tersebut bertujuan menggali dan mendalami aset-aset kerjasama Pemprov Jambi yang dikelola oleh pihak ketiga.

Dirinya pun telah melakukan pembahasan hal tersebut di ruang Ketua DPRD Provinsi Jambi Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) dan Pemprov Jambi untuk penyerahan berkas. Namun, berkas yang diberikan tersebut masih belum lengkap sehingga harus diperbaiki.

Aset tersebut salah satunya yakni Jambi Business Center (JBC) dengan PT Jambi Sapta Manunggal Pratama, selanjutnya Pasar Angsoduo dan lain sebagainya.

"Tidak adanya Detail Engineering Design (DED) revisi, dan sudah saya tanyakan memang ini tidak pernah diserahkan bahkan permohonannya pun tak di serahkan," jelasnya.

Dengan demikian menjadi salah satu pertanyaan dewan DPRD Provinsi Jambi. Pasalnya, jika DED nya tak ada namun Addendumnya telah di tanda tangani. "Ini yang harus sama-sama kita selesaikan untuk Provinsi Jambi semakin baik," tutur Rocky.

Sebelumnya, DPRD Provinsi Jambi juga mempertanyakan proses pembangunan Jambi Bussines Centre (JBC) yang berada di kawasan pertigaan Simpang Mayang, Kota Jambi untuk di kaji kembali.

Pasalnya bangunan tersebut belum memiliki izin Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdal Lalin) sebagai syarat berdirinya infrastruktur.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments