Kamis, 1 Oktober 2020

Calon Jamaah Haji Asal Indonesia Batal Berangkat, Bagaimana Travel Haji dan Umroh?


Senin, 22 Juni 2020 | 08:39:14 WIB


/

 Oleh: Suci Ramadhani

HAMPIR seluruh negara di dunia terdampak pandemi Covid-19, tidak terkecuali Indonesia. Virus Covid-19 yang begitu cepat dan mudah menyebar membuat penerapan physical distancing untuk menjaga sistem immune tubuh agar tidak mudah tertular. Beberapa sektor mengalami dampak perubahan yang luar biasa, hingga dalam kurun waktu 4 bulan terhitung sejak Februari hingga kini banyak yang mengalami kerugian karena kebijakan Lockdown atas ketetapan Pemerintah demi penanganan Covid-19 ini.

Upaya pencegahan oleh Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini gencar dilakukan. Salah satunya dengan keputusan tidak memberangkatkan calon jamaah haji asal Indonesia untuk menunaikan ibadah haji di Arab Saudi pada bulan Juli 2020.

Namun, alasan lainnya adalah tidak adanya kepastian yang diberikan oleh pihak Arab Saudi terkait pemberangkatan jamaah Haji asal Indonesia. Selain itu juga, butuh persiapan yang matang untuk keberangkatan calon jamaah haji di tahun ini. Keputusannya secara tertulis tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020 M.

Tentu ini merupakan keputusan yang sulit diambil oleh Pemerintah. Keputusan Menteri Agama ini mengandung komentar positif maupun negatif oleh berbagai kalangan. Komentar Positif datang dari organisasi Islam besar di Indonesia yaitu Muhammadiyah yang menyatakan terang-terangan mendukung kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membatalkan keberangkatan calon jamaah haji sebagai upaya pencegahan, kesehatan, dan keselamatan calon jamaah yang akan diberangkatkan tahun ini. Adapun komentar miring atas Kebijakan Menteri Agama tersebut adalah bentuk kekecewaan dari jamaah haji dan umroh asal Indonesia serta juga oleh agen perjalanan travel haji dan umroh yang telah melakukan berbagai persiapan untuk keberangkatan pelanggannya.

Setiap tahunnya, Indonesia mengirimkan ratusan ribu calon jamaah haji ke Arab Saudi, namun untuk tahun ini sekitar 221.000 calon jamaah haji asal Indonesia gagal berangkat ditengah Pandemi Covid-19. Ini menimbulkan kekecewaan dari pihak calon jamaah haji dan juga agen perjalanan haji dan umroh yang sudah mempersiapkan keberangkatan Jamaah pada tahun ini.

Agen perjalanan haji dan umroh di Indonesia mengalami masa-masa sulit ditengah pandemi Covid-19 ini. Tidak ada perjalanan aktivitas ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji dan Uumroh membuat agen perjalanan haji dan umroh mengalami  Force Majeure yang mana perusahaan tidak dapat menghindari kerugian karena kejadian di luar kemampuan manusia.

Keberlangsungan hidup agen perjalanan haji dan umroh jika tidak di perhatikan, akan sulit untuk bertahan hingga tahun depan. Sementara itu, perusahaan agen travel haji dan umroh perlu memperhatikan dampak yang terjadi dengan menerapkan Prinsip GoingConcern untuk menilai bahwa dalam menyusun laporan keuangan, diasumsikan perusahaan yang dilaporkan akan terus beroperasi pada periode yang akan datang dan tidak ada ancaman likuidasi atau berhenti di masa yang akan datang.

Jamaah yang tertunda berangkat tahun ini akan dialihkan di tahun 2021. Keputusan pembatalan keberangkatan ini perlu di perhatikan bagi pemerintah, calon jamaah dan agen perjalanan haji dan umroh terkait pengembalian nilai manfaat atas pelunasan Biaya Perjalanan Haji (BIPI) dan pengembalian dokumen calon jemaah.

Pemerintah Indonesia hendaknya mengupayakan agar visa perjalanan yang sudah diterbitkan namun belum terpakai bisa diperpanjang. Pemerintah juga perlu memperhatikan terkait maskapai penerbangan untuk tidak menghanguskan tiket penerbangan dan menarik biaya tambahan terhadap perubahan jadwal.

Agen perjalanan haji dan umroh hendaknya bernegosiasi dengan penyedia layanan di Arab Saudi tentang akomodasi, konsumsi, transportasi darat dan layanan lain agar jasa tersebut dapat digunakan hingga Arab Saudi membuka kembali akses haji dan umroh.



*) Penulis adalah mahasiswa UIN STS Jambi


Penulis: Suci Ramadhani
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments