Sabtu, 27 Februari 2021

Gubernur Jambi akan Terima Penghargaan Inovasi Daerah Dari Wakil Presiden


Minggu, 21 Juni 2020 | 08:47:33 WIB


Gubernur Jambi Fachrori Umar
Gubernur Jambi Fachrori Umar / dok.metrojambi.com

JAMBI - Gubernur Jambi Fachrori Umar akan menerima penghargaan lomba inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, Pemprov Jambi telah menerima fax dari Menteri Dalam Negeri RI dengan tanggal pengiriman 19 Juni 2020, tentang pengumuman hasil dan penganugerahan penghargaan lomba inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19.

Acara pemberian penghargaan akan digelar besok, Senin (22/6/2020), di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementetian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.

Dikatakan Johansyah, ada enam gubernur yang diundang untuk menghadiri penganugerahan penghargaan lomba inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19, yakni gubernur Bali, Jawa Timur, Lampung, Jambi, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah. Selain itu, ada juga beberapa bupati dan wali kota yang diundang.

Johansyah mengatakan, rekap perkembangan  jumlah viewer video lomba inovasi daerah Provinsi Jambi menyongsong new normal life per hari Minggu, 21 Juni 2020 pukul 10.00 WIB yakni:

1. Sektor tempat wisata 13.180 viewer

2. Sektor transportasi umum 11.034 viewer

3. Sektor pasar modern 3.028 viewer

4. Sektor restoran 2.091 viewer

5. Sektor pasar tradisional 1.940 viewer

6. Sektor PTSP 1.272 viewer

7. Sektor Hotel 1.121 viewer.

"Inovasi daerah terkait penanganan Covid-19 adalah prestasi cukup fenomenal Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Pak Fachrori Umar. Sangat baik jika disambut Forkopimda, Gugus Tugas dan DPRD, serta dipersembahkan bagi masyarakat Provinsi Jambi, karena ternyata hanya ada 6 provinsi yang mendapat penghargaan inovasi daerah dalam persiapan menuju Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19," bebernya.

Lomba inovasi daerah tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 ini merupakan tindak lanjut dari video conference tentang lomba inovasi daerah dalam penyiapan tata normal baru produktif dan aman Covid-19 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI pada 29 Mei 2020. Vicon yang dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian tersebut diikuti oleh seluruh pemerintah provinsi, pemerintah pabupaten, dan pemerintah kota se Indonesia.

Vicon juga diikuti oleh para tim penilai yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama, perwakilan Kementerian Kesehatan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional.

Lomba inovasi bagi pemerintah daerah ini digelar dalam rangka mendorong aktivitas kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, yang disebut kehidupan normal baru, dan untuk mendorong gerakan nasional dalam melaksanakan protokol kesehatan. Tahapan lomba dimulai pada 29 Mei 2020, 1 sampai 8 Juni pembuatan dan pengiriman video, 9 s.d 12 Juni, dan 15 Juni 2020 tahap penilaian lomba.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, daerah yang akan berkompetisi yaitu 34 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota, kabupaten tertinggal/perbatasaan 62. Bentuk inovasi yang dinilai terbagi dalam 7 kategori, yaitu pengelolaan pasar tradisional, mall, transportasi umum, restoran, hotel, tempat wisata, dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), yang pengelolaannya menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ketujuh kategori dapat diikuti oleh pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota termasuk daerah tertinggal/perbatasan. Reward (penghargaan) yang diberikan selain piala untuk juara 1, 2, dan 3 juga dana insentif daerah.

"Lomba ini juga untuk mendorong langkah pemangku kepentingan yang belum menerapkan aturan agar segera berinovasi dan beradaptasi. Di sisi lain, gelaran ini untuk menilai pencegahan Covid-19 melalui protokol yang dibuat pemerintah daerah. Peserta lomba ini terdiri dari seluruh pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota, termasuk daerah tertinggal atau perbatasan," jelas Mendagri.

Mendagri menyampaikan bahwa lomba ini akan mendorong gerakan nasional dalam membuat dan melaksanakan protokol kesehataan Covid-19 oleh pemerintah daerah. "Dengan begitu, masyarakat dapat kembali produktif, sehingga roda perekonomian seperti aktivitas perdagangan kembali berjalan.

"Secara garis besar, penilaian lomba inovasi ini meliputi proposal ide inovasi, standar operasional atau prosedural petunjuk dan teknis, serta video inovasi berdurasi dua menit yang penilaiannya menekankan pada inovasi yang dapat diamati, ditiru, dan dimodifikasi, baik sebagian atau seutuhnya. Jadi nanti bisa direplikasikan ke daerah lain," tutur Mendagri.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments