Kamis, 1 Oktober 2020

Manifestasi Konspirasi Teror Covid-19 Dunia


Selasa, 23 Juni 2020 | 16:30:01 WIB


/ Istimewa

Oleh: Muhammad Arjun, S.M *)

KALI ini saya akan membahas terkait kerisauan dari masyarakat terhada Covid-19 yang tidak kunjung usai, sehingga menjadi stres dan membuat segala sektor bidang terhambat. Baik itu dalam bidang ekonomi khususnya, maupun bidang lain seperti automotives, construction, manufacturing, aviation, maritime, tourism, leisure, financial service, education, oil dan gas. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat Potential Winner dalam menyikapi Covid-19 diantaranya agriculture, e-commerce, ICT, potential health care, food processing & retail, medical & service, menurut decoding the ecomomics of Covid-19.

Sebenarnya virus corona sudah lama ada, berkembang menjadi berbagai jenis virus akibat modifikasi genetik. SARS yang pertama terjadi di China tahun 2002 tepatnya di Guangzhou adalah virus corona, dengan korban kematian dalam kurun waktu 2 tahun 774 orang.

Mers yang pertama teridentifikasi di negara-negara Arab tahun 2012 tepatnya di Timteng yang merupakan juga virus corona, dengan korban kematian berjumlah 886 orang dengan kurun waktu 3 tahun. Tiba - tiba muncul virus baru di Wuhan yang belum pernah ada sebelumnya yang di sebut Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Tingkat penyebarannya begitu besar jauh lebih cepat dari sepupu - sepupu Corona lainnya yaitu sars dan Mers. Dalam waktu 1,5 bulan Covid-19 mencapai angka kematian 3000 orang. Dari segi presentasi tingkat kematian sebenarnya Covid – 19 paling kecil yang mati hanya 3,4%, karna virus Corona Sars lebih berbahaya dengan tingkat kematian 9,6% dan yang paling bahaya sebenarnya ialah Mers yang mencapai angka kematian 34,3%. Tapi karna penyebarannya begitu besar yang terkena virus Covid-19 paling banyak dibanding yang lain sehingga meski tingkat persentase nya rendah jumlah kematiannya paling banyak dibanding Sars dan Mers.

Sebenarnya manusia sudah lama hidup berdampingan dengan Virus semenjak jauh sebelum masehi, namun kenapa Virus yang baru muncul menjadi dampak yang besar bagi dunia sekarang ?
Bila kita urut kebelakang pandemik pada abad ke 20 yang melanda seluruh dunia terjadi sejak berakhirnya perang dunia pertama tahun 1918. Flu merupakan alat senjata biologis pada tahun 1918 itu belum memiliki obatnya, korban kematian akibat flu pada tahun 1918 mencapai 50 juta orang diseluruh dunia.

Kembali pada Covid - 19 tadi yang menjadi pertanyaan ini hanya rekayasa genetik atau kah natural dan apa yang menjadi Covid-19 ini menyebar begitu pesat ?

Ini adalah penelitian Lab Virologys yang kredible yang di design secara aktual bukan Hoax, yang saat itu dibahas pada sebuah artikelnya pada Oktober 2017 lalu, yang berjudul "Two-Amino Acids Change In the nsp4 of Sars Corona Virus Abolishes Viral Replication".

Diungkapkan di sana mereka sudah melakukan eksperimen modifikasi genetik terhadap Virus Corona tahun 2017 yang mana kuncinya adalah pada Asam Amino pada virus tersebut. Jika ingin membuat Virus Corona berhenti menyebar hilangkan Asam Aminonya jika ingin membuat Virus Corona cepat menyebar tambahkan Asam Aminonya dan itu lah yang terjadi Covid - 19 menyebar begitu besar karna adanya tambahan Asam Amino pada Virus Corona yang sebelumnya sudah pernah ada. Pertanyaan nya penambahan Asam Amino pada Virus Corona terjadi secara Alami atau Rekayasa di Lab ?

Menurut Profesor National Taiwan University tepatnya Prof. Chi- Tai Fang, Penambahan asam amino pada Covid-19 sangat tidak wajar, biasanya penyebaran virus tidak seradikal itu, karna sangat aneh jika tiba - tiba Virus Corona mempunya 4 Asam Amino. Ini adalah campur tangan manusia di Lab yang menambahkan Asam Amino di Virus Corona yang sudah ada supaya cepat menyebar.

Sumber data kredibel lainnya adalah menurut Prof. Dr. Francis Boyle yang membuat senjata senjata biologi di Amerika dan dia mengutarakan bahwa Covid-19 merupakan senjata perang biologis yang ofensif, informas kredibel juga bisa kita peroleh dari US National Library of Medicine National Institutes of Health Departmen Kesehatan Amerika Serikat, mereka sejak tahun 2003 sudah mengungkapkan indikasi penggunaan wabah Flu sebaga senjata biologi.

Pada tahun 2019, dua bulan sebelum penyebaran virus di Wuhan, Amerika telah melakukan simulasi penyebaran Virus Corona yang mengakibatkan kematian 65 Juta Orang, mereka mensimulasikan dampak kematian akibat Covid - 19 ini di New York, Amerika Serikat 2 bulan sebelum virus itu teridentifikasi di Wuhan, simulasi dilakukan oleh Jhon Hopkins University & Medicine yang sekarang menjadi garda terdepan informasi mengenai penyebaran Virus Corona. Penyebaran Virus Corona ini sudah di Design dan di rencakan sangat matang.

Mengapa ada orang yang begitu tega dan jahat sehingga membuat virus corona cepat menyebar ? dan siapa yang di untungkan dari penyebaran Virus Corona yang mengakibatkan hancurnya perekonomian Dunia ? ia adalah Elite Global, Iluminati. Elite Global merupakan segelintir orang yang sangat kaya & power full dalam menguasai perekonomian, politik, militer, intelijen, bisnis, sains dan media masa dunia. Semua Presiden Amerika merupakan kaki tangan Elite Global dimulai dari Richard C. Thoman hingga Donald Trump.

Sebenarnya jurus yang digunakan ialah jurus yang sama, seperti preman yang menebar paku di jalanan dengan konsep yang pertama Problem, tebar paku dijalanan lalu ban nya kempes, lalu terjadi Reaksi pengemudi kendaraan panik karna tak mungkin menyelesaikan persoalannya sendiri dan ketiga rekaya Solusi penebar paku datang seolah - olah membantu korban padahal mau memeras. Jurus Problem, Reaksi, Solusi ini dulu mereka gunakan untuk meng Goals kan UU Federal Reserve 1913.

Coba sama - sama kita fikir bagaimana caranya ada Bank Central Swasta di Amerika, dengan simulasi ciptakan Problem yaitu Krisis dengan peristiwa Panic 1907 seolah ada krisis keuangan yang parah padahal saat itu tidak ada masalah apa - apa, mereka bisa melakukan rekayasa itu karena mereka lah yang mengasai Word Streat, yang kedua mereka ciptakan reaksi dengan media - media masa yang sebagian besar milik mereka membakar massa yang seolah - olah memang ada krisis keuangan sangat parah dan masyarakat panik lalu sama - sama untuk Bank Rush dan terjadilah Krisis beneran akibat teror ketakutan.

Lantas para Dewa keuangan saat itu Rockerpeller, Jacop dan lain - lain kampanye menyatakan bahwa "Ekonom Nasional akan runtuh, kita butuh otoritas moneter yang baru" dan langkah yang ketiga tawarkan solusi dengan membuat UU Bank Central Swasta yang disebut UU Federal Reserve ACT 1913 seolah – olah untuk menyelamatkan perekonomian, padahal apa yang terjadi setelah Federal Reserve ACT setahun kemudian 1914.

Perang dunia 1 1929, The Great Deppresion Amerika Serikat yang adikuasa itu secara teknis sudah bangkrut pada tahun 1933 akbat The Great Depresion padahal dulu alasannya dengan mendirikan UU Federal Reserve ACT agar perekonomian bisa stabil.

Jurus Problem, Reaksi, Solusi itu juga digunakan pada Virus Corona ini, pertama ciptakan Problem dengan memunculkan Virus Corona dengan mengkambing hitamkan China dengan negara penduduk yang banyak sekaligus ingin melumpuhkan perekonomian China, seolah - olah Virus Corona menyebar akibat orang china. Padahal menurut Menlu China Virus Corona sengaja disebar di Wuhan oleh tentara Amerika yang mengikuti Military World Games di Wuhan. Lalu kedua ciptakan reaksi dengan Panic Global sengaja di Blow Up oleh media massa yang dimiliki oleh Elite Global, waktu awal jumlah kematian akbat Corona masih sedikit akan tetapi sudah sedemikian di Blow Up untuk menciptakan panik massa, berbagai media massa dan organisasi – organisasi International secara sistematis menciptakan Panic Global.

CNN, FOX, NBC, Google, Youtube dan media massa dunia lainnya semua milik Elite Global begitu juga lembaga - lembaga seperti WHO, PBB yang kemudian mengintruksikan seluruh negara di dunia untuk Lockdown, akibatnya Ekonomi hancur dan nilai mata uang anjlok, pasar modal hancur, perbankan stop salurkan kredit dan itu merupakan tujuan mereka Elite Global.

Ketiga seperti preman nebar paku, mereka datang dengan pura - pura menawarkan solusi, solusi pertama adalag Vaksin, Elite Global melalui kaki tangannya seperti PBB, WHO akan mengintruksikan negara - negara untuk mengeluarkan anggaran dalam menangani Virus dibawah kendali mereka, solusi kedua mereka pura - pura datang menawarkan solusi penyelamatan perekonomian, hutang - hutang baru akan di kucurkan. Negara - negara di dunia akan di limpahkan dengan hutang - hutang yang tak mampu dibayarkan karna itu memang tujuan mereka.

Mereka bisa memberikan hutang kepada dunia karna mereka bisa mencetak uang dengan modal dengkul. Dengan cara mereka menerbitkan surat hutang (Bond) tanpa jaminan, Bond dibeli oleh FED dengan bunga kecil, FED tinggal mencetak angka - angka digital di rekening namanya uang giral termasuk uang elektronik. Semua modal dengkul, kemudian kreditur seperti IMF dan lain - lain kasih pinjaman modal dengkul itu ke negara - negara yang terkena krisis dengan kasih bunga yang lebih tinggi, misalnya mereka minjam dengan modal bungo 0,5% mereka kasih kita pinjaman dengan bunga 5% modal dengkul dapat selisih bunga 4,5% dengan miliyaran Dollar, hutang kita semua bakal bertambah pasca krisis corona dan begitulah cara meraup uang dari krisis.

Keuntungan lainnya dari runtuhnya perekonomian, akibat lockdown adalah :
Harga - harga saham di pasar modal anjlok dan mereka borong dengan harga murah
Kredit bank pada macet dan mereka sita aset - aset rakyat.

Perekonomian di dunia sengaja di buat hancur, semua negara di dunia tidak ada yang bisa membayar hutang. Nilai tukar hancur semua, Rupiah, Dolar, Euro, Real semuanya hancur. Lalu mereka datang lagi dengan pura - pura menawarkan solusi mata uang tunggal dunia atau New World Order. Mata uang dunia sudah di gaung kan sejak tahun 1988, dengan bukti otentik IMF sudah mengusulkan mata uang dunia tunggal dan bank central dunia sejak 2010. Sedangkan Bank Central di Eropa dan Jepang 2020 mengkaji penerapan mata uang tunggal dunia.

Bencana Covid - 19 dijadikan sebagai alasan untuk mata uang tunggal dunia dan bank central dunia. Mari sama - sama kita fikir jika tidak ada krisis mana mungkin seluruh dunia mau mengganti mata uangnya, oleh sebab itu krisi harus di ciptakan diantaranya :
Krisis perang dan terorisme
Krisis Global Warming Hoax
Krisi Corona dan Locdown
Krisis mata uang
Serta krisis lainnya, yang mengakibatkan krisi ekonomi yang berkepanjangan sehingga membuat orang mau mengganti mata uang tunggal dunia yang mereka terbitkan. Dan itulah tujuan akhirnya The Endgame.

Mata uang tungga dunia tidak berbentu uang kertas atau ATM, melainkan chip yang ditanam di tubuh manusia. Dengan demikian tuntas sudah misi mereka menjadi manusia budak dari dunia.
Maka dari itu harus hati - hati dengan Virus Corona karna modifikasi Asam Amino membuat virus tersebut berkembang pesat tapi yang tak kalah bahayanya ialah virus ketakutan dan paranoia dan histeria massa yang di sebar lewat media - media massa dan media - media sosial, semua itu di design agar terjadi lockown.

Ekonomi lumpuh dan rakyat tunduk pada New World Order, padahal menurut lembaga kesehatan resmi di Amerika Centers For Disease Control & Prevention (CDC) USA tahun 2018 - 2019 lalu sebelum ada Virus Corona di Amerika aa 34.000 orang yang mati akibat flu biasa.

Di awal maret 2.229 orang mati karna corona, itupun belum tentu di pisum, bulan maret bila di kali empat tahun 10 ribu orang masih di bawah tingkat kematian flu biasa tahun 2018 – 2019 sebelum corona.
Akan tetapi propaganda Lockdown begitu luar biasa, supaya ekonomi Amerika lumpuh sebab dalangnya memang bukan pemerintah Amerika melainkan Elite Global yang mengontrol para Presiden di negara - negara maju. Para Elite Global tidak peduli dengan rakyat Amerika ataupun rakyat di negara - negara lainnya, mati karna virus ataupun perang.

Sementara itu perkembangan di Wuhan, tempat awal terjangkitnya virus dan adanya muncul video konspirasi sudah tidak ada lagi penambahan pasien Virus Corona. Sekitar 100 korban sembuh dengan obat - obat traditional China dan Wuhan sendiri pada waktu lalu sudah mencabut Lockdown bahkan semenjak Video konsipirasi di luncurkan sebagian tempat di Wuhan sudah di buka. Disisi lain seorang pemenang Nobel Biofisika dan Biologi Structural Standford University, Prof. Dr. Michae Lewit.

Menganalisa perkembangan virus corona di seluruh dunia dan mengatakan bahwa "penanggulangan virus corona akan lebih cepat dari perkiraan, yang di butuhkan ialah penanggulangan panik dan paranoian kita sendiri dan kita akan baik - baik saja", katanya.

Kesimpulannya ialah waspada tanpa harus adanya ketakutan yang berlebihan sebab kita tidak takut dan Stay Safe. Salam People Power.

*) Penulis mahasiswa pascasarjana Unja


Penulis: Muhammad Arjun, S.M
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments